Sabtu, 05 Januari 2013

THIS IS MY LOVE STORY (Zayn Malik Fan Fiction)•Chapter11/2•


"Kau.. apa kabar?"

Aku yang pertama memulai pembicaraan setelah Zayn bilang dia merindukanku.

"So far so good, you?"

"Not bad"

"Not bad? Jawaban yang kurang menyenangkan"

"Mm-hm"

Hening lagi.

Suasana kota Jakarta sangat ramai pada hari ini. Ya mungkin karna hari libur.

Aku duduk di pinggiran jalanan yang agak sepi bersama tentu saja Zayn.

"Sebenarnya ada banyak yang ingin ku tanyakan"

Aku lagi yang memulai Щ(ºДºщ)

"Whut?" Dia memandang lurus ke depan, seperti acuh dengan perkataanku.

"Tidak jadi" Tidak jadi ku tanyakan karna respon Zayn benar-benar menyebalkan.

Ih. Kalo gini caranya mending kau tidak usah ke sini. Membuatku jadi lupa pada rencanaku untuk move on.

Tidak sadar aku mengerutkan bibir ku, itu tandanya aku sedang sebal. Aku sebal. Aku sebal pada Zayn. Dan aku memainkan mataku kesana kemari, itu tandanya aku sedang bosan

"Sejak kapan kau mempunyai kebiasaan seperti itu?"

Eh, tanpa kusadari ternyata dari tadi dia memerhatikanku.

"Ha?" Aku memasang muka innocent

"Wajahmu lucu sekali"

Bodo amat.

"Ya okay, aku tau kau sedang sebal. Well, apa yang mau kau tanyakan?"

"Ku bilang tidak jadi" aku memalingkan mukaku

Tiba-tiba saja dia sudah turun dan berpindah ke depanku, dan berlutut. YaTuhan.

"Hey, look at me" Zayn mengangkat wajahku agar bisa bertatapan dengannya.

"Kalau kau ingin bertanya mengapa aku kesini? Tentu saja jawabannya adalah kau, aku kesini karna kau"

"Kalau kau ingin bertanya dimana Katy? Dia sekarang menjadi best friend ku"

"Kalau kau ingin bertanya mengapa aku tidak minta maaf padamu? Apa tidak cukup sebuah pelukan yang erat tanda permintaan maafku?"

Aku tercengang. Wow. Dia tahu pikiranku. Mungkin dia jelmaan dukun. Hahaha.

"Enough?" Zayn tersenyum padaku. Senyuman yang membawaku seperti berada di langit ke tujuh. Haha lebay.

"Sebenarnya ada satu lagi.."

Ada satu lagi. Kau tidak bertanya bahwa apakah aku cinta kau??? HA???

"Mungkin aku tahu pertanyaanmu.."

"Tapi sebelum itu kau diam dulu, aku ingin mengucapkan sesuatu"

Dih!

"I-love-you.. I really love you"

"Nah, aku tahu pertanyaanmu. Apa kau juga mempunyai perasaan yang sama padaku?"

This.

"Umm" Ko aku jadi bingung ya?

"Ah bodoh sekali, seharusnya aku tau perasaanmu"

Kemudian Zayn memelukku kembali. Pelukan hangat tapi tidak terlalu erat.

"I love you too Mr.Malik" aku mengucapkannya hanya sebuah bisikan. Aku yakin Zayn mendengarnya karna ia lalu mempererat pelukannya

"Ya I know Mrs.Malik"


-----

6 bulan aku mengenal seorang Zayn Malik. Hariku sekarang benar-benar bahagia. Tiada hari tanpa berkirim pesan padanya. Dan setiap malam kita skype-an.

6 bulan yang lalu juga aku bersama Tisa dan Dylan pergi ke Paris, dan disana juga aku patah hati karna melihat Zayn dan Katy. Tapi itu semua masa lalu.

Sekarang aku berada di Paris lagi. Tepatnya bersama Zayn dan the boys lainnya.

Dulu aku menginginkan datang kesini bersama pasanganku, sekarang terwujud. Aku menginjakkan kakiku disini lagi bersama Zayn, orang yang ku cintai dan tentu saja ia mencintaiku

"Romantis sekali, aku jadi ingin punya pacar" Harry iri melihat kami berdua

"Kau mau ke atas?" Zayn menawarkan ku untuk ke puncak Eiffel

"Boleh"

Kami naik kesana, cukup melelahkan

"Umm Zayn, sebenarnya ada lagi yang ingin ku tanyakan"

"Aku curiga, jangan-jangan kau ini mata-mata yang suka menginterogasi"

"Ih aku serius"

"Ya okay, kau mau nanya apa hun?"

"Kenapa kau tidak pernah menyebut namaku?"

"Kau mau tau jawabannya?"

"Sangat mau"

Sampai di puncak Eiffel. Whoaaa.

"Itu karena kau bukan Shara-ku, kau adalah gadisku. You are my girl and of course I love you, understand?"

"Aku baru tau kau orang yang cukup romantis" Aku mengangkat bahuku

"Terimakasih sudah mencintaiku Zayn"

"Welcome babe"

Dan pada saat itu tiba-tiba saja ia berteriak dari atas menara Eiffel

"HEY WORLD! I WANT TO INTRODUCE MY GIRL"

"HER NAME IS SHARA VALERINA"

"AND I LOVE MY GIRL"

"I LOVE YOU SHARA VALERINAA"

I'm spechless.

Zayn memegang kedua bahuku

"I'm happy to know you"

"I love you"

"I love you too"

And he kiss me. A gentle kiss. And I love it.

Mungkin aku memang harus membuat sebuah novel untuk kisah cintaku.

Aku bahagia sekarang. Aku sudah menemukan pasanganku. Dia Zayn Malik. Seorang superstar.


Ini kisah cintaku. Apa kisah cintamu?


-----


-THE END-

THIS IS MY LOVE STORY (Zayn Malik Fan Fiction)•Chapter11•

Aku datang jauh sebelum acara akan dimulai, aku butuh persiapan. Aku harus menetralkan detak jantungku yang tak karuan karna nervous yang berlebihan.

Dan perut ku sudah bergolak, aku mual ingin muntah, tapi tidak bisa. Inilah kebiasaanku jika aku memang sedang benar-benar nervous

"Kau terlihat gugup sekali" Dylan yang sedari tadi menemaniku di acara nanti malam akhirnya komentar juga melihat aku yang sedang nervous. Tisa keluar sedang membeli makanan.

"Aku takut hancur permainanku nanti, aku takut suaraku fals"

"Tidak mungkin, kau ahli sekali dalam memainkan sebuah lagu di piano. Jadi pasti nanti akan sangat bagus"

"Oh ya, sebenarnya lagu apa yang nanti akan kamu mainkan? Jangan sok rahasia deh"

"Sebuah lirik ciptaanku sendiri, dan untuk lagu yang akan ku nyanyikan. Rahasia"

"Ah Shara"

Acara dimulai pukul 19.00 wib waktu Indonesia, dan sekarang sudah pukul 18.00, aku tampil sebagai pembuka

Dan mengingat itu aku jadi semakin ingin muntah.

Oh God, help meeeehh


-----
*Zayn.P.O.V.

Pukul 16.00 wib waktu Indonesia aku sampai di bandara Internasional Soekarno-Hatta

Aku tidak langsung ke hotel bersama yang lainnya. Aku harus ke tempat gadis itu. Aku tidak sabar untuk bertemu dengannya

Seorang ibu-ibu paruh baya gemuk keluar

"Excusme, apa ada Shara?"

"Kau siapanya dia?" Dia mencoba untuk berbahasa Inggris, lumayan.

"Aku temannya, datang dari UK"

"So far, tapi Shara sedang mengisi sebuah acara di Hotel Safeway. Acara dimulai pukul 7 malam, you'll be there"

"Ok, thanks"

Aku berbalik masuk mobil.

Hotel Safeway..

Sedang apa gadis itu disana?


Tiba ditempat the boys lainnya

"Hey mungkin aku akan ke hotel safeway sekarang, Shara disana sedang mengisi sebuah acara"

"Kami ikut" Liam langsung berdiri

"Ya, kami ikut" Akhirnya kami bertiga masuk mobil dan menuju Hotel Safeway

Jam menunjukkan pukul 18.00, pukul 7 malam katanya acara dimulai. Semoga aku tidak terlambat


-----

Pukul 19.00 wib

"Hadirin sekalian dalam menyambut acara............."

Aku sama sekali tidak mendengarkan, perutku tambah mulas. Oh yaTuhan, semoga aku berhasil, semoga aku tidak mengecewakan. Aku sudah di undang disini, di acara ini. Kau harus memberi yang terbaik Shara. Har-

"Kita panggilkan pemain piano berbakat kita.......Shara Valerina"

Ah apakah itu namaku? Apa namaku sudah dipanggil?

"Nona, sudah waktu nya untuk maju" Petugas hotel segera mengingatkan

"Ok"

Ternyata memang benar namaku.

Perlahan-lahan aku berjalan menuju stage. Ketika aku menginjakkan kaki ku di awal masuk stage. Aku sedikit melihat dari ujung mataku, penonton nya banyak sekali. Aku menunduk sampai aku duduk di piano yang sudah tersedia. Lampu pada saat itu juga dimatikan dan hanya aku yang disorot. Menghela nafas sebentar. Tenang Shara, kau sudah biasa memainkan ini.

Lalu jari-jari ku mulai menekan tuts satu demi satu. Ah semakin lama malah semakin mengasyikkan, aku sudah tidak nervous lagi

Nada yang aku ciptakan sendiri telah usai ku mainkan, penonton riuh bertepuk tangan.

Lagu ini saatnya, aku mendekatkan microphone di dekat bibir

"I will sing a song for someone"

Mulailah nada-nada keluar dari jari-jariku. Kemudian aku menyanyikan sebuah lagu dari Avril Lavigne

"I always needed time on my own and never thought i'd need you there when I cried"

"And the days feel like years when i'm aloneAnd the bed where you lie is made up on you're side"

"When you walk away I count the step that you takeDo you see how much I need you right now"

"When you're gone the pieces of my heart are missing youWhen you're gone the face I came to know is missing tooWhen you're gone the word I need to hear to always get me through the day"

"And make it ok, I miss you.."


-----
*Zayn.P.O.V.
Aku terlambat 15 menit, acara sudah mulai. Kami memasuki hotel, suasana sangat ramai. Tapi walaupun ramai aku bisa melihatnya.

Gadis itu sedang memainkan piano, tapi aku lihat hanya sebentar. Setelah itu ia mendekatkan microphone ke bibirnya.

"I will sing a song for someone"

Lalu ia mulai menekan tuts piano nya dan mengalirlah sebuah lagu.

Damn. Apa lagu ini untukku?

"Dia bernyanyi sangat pakai hati, kau tahu lagu itu untuk siapa?" Niall berbicara berbisik layaknya anak kecil. Aku tahu dia menyindirku.

Ternyata kau masih ingat padaku..

"Lou, I miss you" Harry jadi terbawa suasana dan langsung memuluk Louis, pada saat ia akan mencium Louis, kepala Harry sudah di geplak oleh Louis.

"Aww babe!"

"Diam! Nanti ada yang marah"

Liam di sampingku juga terpaku mendengar gadis itu berada di stage.

-----


Selesai. Akhirnya.

"Thankyou, Goodnight"

Aku turun dari stage dan mendapati Tisa dan Dylan sudah ada di kamar ganti

"What the hell Shara, aku hampir meneteskan air mataku"

"Kau berlebihan Dy"

"Tapi itu benar Shara, aku bahkan sudah menangis. Sungguh indah"

Aku tersenyum "Thankyou"

"Aku tau lagu itu buat siapa"

"Ah lupakan, anggap saja aku tidak pernah bernyanyi disana"

Lalu aku mengganti pakaianku dan berniat untuk mencari angin malam di luar.

Baru sampai luar hotel ada yang memanggilku

"Hey"

Aku menoleh

Who the hell is it?

Kenapa laki-laki ini ada disini? Berarti dia tadi melihat ku waktu di stage?

Damn. Damn. Damn.God killing me nowww!

"Permainan mu bagus sekali, lagu itu untukku?"

"Menurutmu?"

"Aku merasa tersindir"

"Oh"

Hening.

Ah apa-apaan ini? Dia tidak berbicara lagi? Dia tidak minta maaf? Sebenarnya apa tujuan dia kesini? Mana gadis itu?

Ada banyak pertanyaan dikepalaku kepadanya, tapi kuurungkan untuk bertanya padanya. Gengsi.

Aku baru saja ingin berbalik untuk pergi. Ketika tiba-tiba Zayn memelukku. Pelukan yang sangat erat, seperti tidak ada lagi hari esok.

Lama ia memelukku, aku hanya diam saja. Menikmati kehangatan yang menjalar dalam tubuhku.

"I'm.. Sorry.."

Finally! Dia mengatakannya

Dia semakin mempererat pelukannya.

"Zayn.. I-can't-breath"

"Biarkan seperti ini dulu"

Perlahan aku membalas pelukannya.

"Zayn-I.. "

"Sstt, I know what will you saying"

"I miss you too" Zayn melepaskan pelukannya dan memegang kedua pundakku sambil tersenyum.

"I really miss you.." Dia mengucapkannya lagi.

God.

He's back.

-----

Bersambung to Chapter 11/2

Jumat, 04 Januari 2013

THIS IS MY LOVE STORY (Zayn Malik Fan Fiction)•Chapter10•/2


*Zayn.P.O.V.

Tujuanku kali ini adalah Katy. Dia harus tau, dan aku juga ingin lebih meyakinkan diriku bahwa aku mencintai Shara, bukan Katy.

Aku sampai dirumah Katy, aku mengetuk pintu rumahnya.

1 kali..

2 kali..

3 kali..

Tak ada respon.

Lalu aku melihat ke jendela samping rumahnya. Aku mengintip dari sana untuk memastikan apakah benar tidak ada orang di dalam sana?

Baru beberapa detik kemudian ada sekelebat bayangan 2 manusia. Ah itu Katy, dia bersama dengan siapa?

1 menit aku melihat mereka berdua, mereka tertawa-tawa dan terlihat senang, aku mengernyitkan kening. Seharusnya aku marah, tapi aku tidak

And I saw them kissing.

Great, sekarang aku tahu perasaanku yang sebenarnya. Aku bermaksud ingin pergi ketika aku tidak sengaja menyenggol pot bunga dan pecah

Lalu mereka berdua Katy dan cowok entah siapa namanya menoleh dan mereka terlihat kaget

Aku berjalan pulang

"Zayn!" Katy memanggilku

Aku membalikkan badan

"Did you see?"

Aku menaikkan satu alisku "Ya I see"

"Maafkan aku, Liam sudah menceritakan semuanya padaku"


-----
 *Liam.P.O.V
Aku tidak tahan melihatnya menangis seperti itu. Aku tidak tega.

Dan pada saat itu Katy sedang berada diluar hotel. Aku yang baru menghampiri Zayn tadi akhirnya memutuskan menghampirinya juga. Ia harus tau cerita ini

"Katy" aku pun memanggilnya

"Yes liam?"

"Aku ingin memberi tahumu sesuatu"

"What's that?"

"Zayn sudah mencintai orang lain"

"Setelah kau dengannya lost contact 2 bulan, Zayn sudah mengenal seseorang. Gadis Indonesia."

"Mereka dipertemukan saat kami menggelar konser disana"

"Mereka sudah dekat. Dan aku tahu mereka saling mencintai, ya walaupun Zayn belum bilang sejujurnya padaku"

"Kau tahu? Setelah kau datang kembali. Zayn jadi bingung, dia ragu untuk mengutarakan bahwa siapa yang ia cintai"

"Akhirnya dia memutuskan untuk bersamamu dan tidak menghubungi Shara. Gadis Indonesia itu"

"Jadi.." Katy terlihat ragu untuk melanjutkan kalimatnya

"Kurasa dia ingin melindungimu, ia takut kalau dia tidak bersamamu, kau akan menyentuh barang-barang kotor itu lagi"

"Makanya ia memutuskan juga untuk tidak menghubungi Shara lagi, mungkin dengan cara itu Zayn pikir Shara akan melupakannya"

"Tapi ia salah, Shara sudah terlanjur sangat mencintai Zayn"

"Tadi aku baru bertemu dengan Shara, ia juga berada disini. Ia menangis setelah melihat kau berdua dengannya di Eiffel tower tadi, aku tidak tega. Sangat tidak tega"

Karna aku juga mencintai Shara

"So, Katy maukah kau membuat mereka bersatu kembali?"

Aku yakin katy akan menangis dan tidak menyetujui pemintaanku. Tapi aku salah, ia malah tersenyum

"Of course I want, Zayn is my best friend"

"Terimakasih, kau baik sekali Katy"


-----
*Zayn.P.O.V.
"Maafkan aku Zayn karna telah membuat mu jauh dari Shara, seharusnya aku tidak kembali"

"Never mind Katy"

"Laki-laki tadi namanya Robert, dia teman dekat ku dulu dan sekarang aku mencoba melupakanmu hehe, kau mengerti kan maksudku?"

"Yeah"

"Jadi kita best friend?" Katy menyodorkan kelingkingnya

"Ya, best friend" Aku mengaitkan kelingking ku dengan kelingkingnya

"Best friend.."


Secepatnya aku harus ke Indonesia..

Aku harus menemuinya..


-----

"Jadi lusa kau akan tampil di hotel Safeway?" Tisa terlihat tidak percaya

"Ya begitulah"

"Oh aku tidak percaya! Kau akan tampil memainkan piano mu di depan orang-orang penting Shara"

"Di hotel sekelas itu pula hmm"

"Ku harap aku tidak memalukan disana"

"Pasti tidak, permainan pianomu sangat bagus" Dylan memujiku

"Ahahaha kau berlebihan Dy"

"Fakta berkata seperti itu, bener ga Tis?"

"Yap"

Sudah sebulan aku mempersiapkan ini. Sebelum aku pergi ke Paris.

Aku diundang ke sebuah acara yang di adakan oleh pihak Hotel Safeway, banyak nanti para orang-orang penting datang dan juga sederet artis ternama yang datang.

Uh. Pasti sangat menegangkan. Acara nya lusa saja aku sudah nervous dari sekarang, bagaimana nanti aku berada di stage?

-----
 *Zayn.P.O.V
"Aku akan ke Indonesia" Ini kalimat yang pertama ku ucapkan setelah aku menemui Katy

Hening sesaat

"Jadi kau sudah memutuskan Zayn?" Niall yang pertama berbicara

"Ya"

"Kalau begitu tunggu apalagi Zayn?! Cepat ke airport urusan tiket kami yang mengurusnya!" Louis berkata lantang

"Bolehkan kami ikut?" Harry bertanya

"Sure" Aku melesat ke kamar dan menyiapkan baju yang akan ku bawa secepat mungkin

Ketika tiba-tiba saja Liam datang dan menepuk pundakku

"Congrats brada, akhirnya kau menentukan pilihanmu"

"Thanks for everything Liam, many thanks to you"

"Urwel, kita ini saudara, ingat? Jadi harus saling membantu"

"Thankyou" Kami berpelukan layaknya seorang sahabat yang sudah lama tak bertemu


-----


Bersambung

THIS IS MY LOVE STORY (Zayn Malik Fan Fiction)•Chapter10•


Hari ini adalah hari terakhir aku di Paris, rencananya aku ingin membeli oleh-oleh. Dan aku juga sudah janji pada Liam akan menemuinya, karna ia nanti sore akan terbang ke UK bersama the boys lainnya

Zayn? Sudahlah tak usah dipikirkan lagi, ia mungkin sudah bahagia dengan Katy, aku tidak perlu repot-repot memikirkannya lagi. Aku harus melihat ke depan. Lupakan semua yang ada dibelakang

Tisa masuk ke beberapa toko di sebuah mall centre, dan Dylan sudah dari tadi melesat ke tempat alat musik, ia sekarang sedang terobsesi untuk belajar gitar

Aku menemui Liam disalah satu cafe disana. Ia sudah menungguku rupanya

"Hi"

"Hey"

Aku ngobrol bersama dengannya sekitar 1 jam, lalu ia pamit untuk pulang. Karna 1 jam lagi ia akan ke airport

"Ok take care ya, I will miss you Liam" Aku memeluknya

"I always miss you Shara, kau jangan bersedih lagi ya"

Liam pun pergi

Dan aku keluar dari cafe dan ingin menghampiri Dylan dan Tisa

Kalau kau bertanya tentang hubunganku dengan Liam saat ini jawabannya adalah kami memutuskan untuk bersahabat, tidak lebih.

Aku menemuinya sehari kemudian setelah kejadian aku menangis dipelukannya. Dan pada saat itu Liam mengatakannya lagi bahwa dia mencintaiku, tapi aku bilang aku hanya ingin bersahabat dengannya

Dan Liam adalah orang yang paling menerima dan bijak yang pernah ku kenal, Liam sangat dewasa.

Jadi ia menerima keputusanku dan jadilah kita bersahabat.


Malam terakhir di Paris, kami bertiga menghabiskan waktu di sebuah restaurant cepat saji yang berada di lantai paling atas sebuah gedung, dari sini kami dapat melihat suasana Paris di waktu malam. Dan dari sini kami bertiga akan melihat langsung pesta kembang api

"Jadi, kau tidak mencintainya?" 'Nya' yang dimaksud Dylan adalah Liam

"Aku hanya menganggapnya sebagai sahabatku"

"Kurasa ia benar-benar mencintaimu"

"Kurasa juga begitu, ingatkah saat Liam datang tiba-tiba ke Indonesia?"

"Ya, I know. Yang jelas aku menyayanginya sebagai sahabat sekaligus tempat curhat"

"Umm okay, eh lihat! Pesta kembang apinya akan di mulai"


Kembang api yang indah, walaupun aku berada di atas gedung tapi aku melihat bahwa orang-orang di bawah sana juga ikut menyaksikan. Orang-orang dibawah terlihat seperti semut kecil

"Whoaah seandainya saja Nicole ada disini, pasti akan indah sekali"

"Shara, tidak lama lagi kita pasti akan dapat pacar! Pasti! Tisa, remember that" Dylan berkata seperti masih sambil melihat kembang api yang masih mengangkasa di langit Paris yang gelap

"Okay okay"


Seandainya kau disini............


Zayn...............


Ah dia lagi, mengapa harus dia?

Lupakan Shara, lupakan. Kau harus move on.


-----
 *Zayn.P.O.V.

"Zayn, tell me what you're feeling?" Tiba-tiba saja Niall bertanya padaku Liam, Harry dan Louis sedang keluar, jadi disini hanya ada aku dan Niall.

"I don't know, and I don't want to know"

"Why?"

"Aku tidak tahu harus berbuat apa"

"Mending kau tanya pada hatimu yang paling dalam, bagaimana sebenarnya perasaanmu?"

Kulemparkan bantal pada muka Niall "Kau tidak pantas untuk sok bijak hahaha"

"Aku hanya memberi saran! Huh" Niall keluar kamar, entahlah ia mau kemana

Tapi diam-diam aku mengilhami kalimat Niall barusan.

"Hey hatiku yang paling dalam, bagaimana perasaanmu?"

Benarkah aku masih mencintai Katy? Tapi kenapa ketika aku berada di dekatnya biasa saja? Tak seindah dulu

Tapi jika bersama Shara aku merasa senang dan nyaman. Ia selalu terlintas dipikiranku.

Ah.


-----
*Stiil Zayn.P.O.V.
"Niall, mungkin kemarin aku bilang kau tidak pantas untuk sok bijak"

"Tapi kali ini tolong aku" Aku menghampiri nya

"Kau ingin aku berbuat apa?"

"Tidak berbuat apa-apa, tapi katakan padaku sejujurnya, sebenarnya dari yang kau lihat bagaimana perasaanku?"

"Perasaanmu?"

"Mm-hm"

"Kau mencintainya Zayn, kau mencintai Shara"

"Apa iya?"

"Ya, dan tak bisa di pungkiri lagi"

"Ok, thankyouu" Lalu aku memeluk Niall dan mencium pipi Niall

"HEY!!!" Sebelum Niall marah-marah tidak jelas, aku sudah keburu pergi.

Ahaha. Biarkan saja.

----------
Bersambung to Chapter 10/2

Kamis, 03 Januari 2013

THIS IS MY LOVE STORY (Zayn Malik Fan Fiction)•Chapter9•


 *Zayn.P.O.V
"Zayn, will you join me tonight to the eiffel tower?"

Eiffel tower? Ah damn, bahkan aku lupa kalau eiffel tower ada di Paris.

Ha-ha vas happening with you Zayn? Do you miss her? Do you miss Shara?

Aaargh, sedang apa kau disana?

Sebenarnya apa ini? Ada dua gadis yang mungkin sedang membutuhkanku.

Bukan, aku tidak bermaksud untuk menyakiti keduanya. Ah mengapa jalan ceritanya jadi seperti ini? Ini tidak seperti dugaanku.

Kukira Katy tidak akan kembali

Kukira aku akan bersama dengan gadis itu

Tapi nyatanya.. Ah sudahlah Zayn kau hanya harus mengikuti alur hidupmu.

Nikmatilah..

Ah. Aku pernah mendengar kata-kata ini.

Nikmatilah..


"Nikmatilah.. itu pilihanmu"

Ah gadis itu lagi.

Damn. Kenapa harus muncul dipikiranku?


-----

"MALAM INI AKU INGIN KITA KE EIFFEL TOWER YEAAA" Dylan berteriak-teriak di balkon yang menghadap gemerlapnya kota Paris

"BERISIK!!!" Tisa melemparkan kertas ke muka Dylan

"Eiffel tower.. hh" Aku hanya menggumamkannya

Pukul 7 malam kami bertiga pergi menuju eiffel tower menggunakan taksi

"Wah kita akan ke menara eiffel waaahh"

"Tutup mulutmu Dy" Aku yang tidak tahan akhirnya menegur

"Kau yang diam, aku sedang senang. Tolong jangan ganggu aku haha"

Aku menoleh pada Tisa yang disebelahku, Tisa juga menoleh ke arahku, dan kita sama-sama mengangkat bahu. Itu artinya "Yasudahlah"

Tiba di Eiffel tower.

Sungguh pemandangan yang luar biasa. Menara yang besar, tinggi, kokoh dan angkuh

Lampu malam sudah dinyalakan menambah gemerlap keindahan Eiffel tower

"Shar, Dy, katakan padaku bahwa aku tidak bermimpi" Tisa masih memegang dadanya sedari tadi, seperti tidak percaya

"Aawww!" Dylan akhirnya menyubit tangan Tisa

"THIS IS REAL, KITA BERADA DI DEPAN EIFFEL NOW!!!! TAKE A PICTURE HURRY UP"


-----
 *Zayn.P.O.V

Pergi bersama Katy dan the boys lainnya, tetapi mereka entah dimana. Alhasil, kini aku hanya berdua dengan Katy.

"Indah sekali bukan?" Katy menatap takjub Eiffel tower di depannya

"Mm-hm"

Pikiranku entah melayang kemana.

Seandainya aku disini bersamanya..

Seandainya aku disini bersama dengan gadis itu..

Shit. Apa yang kupikirkan? Mungkin ia sekarang sudah tidak memikirkanmu lagi Zayn.

Ingat! Siapa yang menghilang duluan? Siapa yang tidak menghubunginya? That's you Zayn. Kau tidak perlu memikirkannya lagi. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya kau melindungi Katy?

Ya, aku harus melindungi Katy. Lupakan gadis itu Zayn


-----


"Kau tidak ingin foto Shar?" Dylan bertanya sambil melihat-lihat foto hasil jepretanku di SLR

"Fotomu disini sedikit sekali" Dylan ikut melihat foto-foto

"Yaudahlah, sini ku ambilkan foto kalian lagi"

Lalu aku mengambil foto mereka lagi, dan setelah itu aku ingin memotret pemandangan disekitar sini.

Dan saat itulah aku melihatnya, tertangkap oleh lensa kameraku.


Dia ada disana.

Zayn berada disana.


Aku mengerutkan kening saat melihat ada gadis disampingnya

Siapa dia?

Lalu aku melihat gadis itu mencium pipi Zayn. Mereka terlihat senang. Mereka bergandengan tangan. Mereka dekat. Mereka erat.

Mereka...


YaTuhan, apakah ini takdirmu untukku?


Aku menghampiri Dylan dan Tisa

"Aku ingin pulang"

Mereka berdua terlihat bingung, aku menyerahkan SLR kepada mereka dan langsung menyetop taksi yang lewat.

Ya. Aku memang harus pulang.


Aku turun dari taksi, aku terburu-buru memasuki lobby hotel. Dan tidak sengaja menabrak orang.

"Maaf" Aku hanya meminta maaf dan ingin segera pergi dari sini

Ketika aku akan berjalan. Orang itu memanggilku

"Shara?" Aku merasa familiar dengan suara itu, lalu aku menoleh dan orang itu adalah Liam.

"Shara?" Liam memastikanku lagi. Karena aku daritadi tidak menjawab


Dan tiba-tiba saja aku sudah jatuh di pelukannya.


Aku menangis..
---
*Liam.P.O.V.
Aku sedang mengunjungi salah satu mantan teman semasa SMA ku dulu, ia bilang ia di Paris sekarang, jadi aku memutuskan untuk bertemu dengannya dan mengunjungi hotel yang ia tempati. Dan saat aku masuk lobby aku menabrak seseorang. Shara. Ia terlihat murung. Dan tidak lama kemudian tiba-tiba saja ia memelukku.


She's cried

Aku tidak tahu mengapa ia menangis, lalu aku tidak jadi mengunjungi temanku dulu. "Besok mungkin bisa" itu pikirku

Alhasil, aku sekarang berada disebuah taman di pusat kota Paris. Shara masih menangis. Aku mengelus rambut nya perlahan dan merangkulnya

"Tidak apa-apa, aku disini" aku mengucapkannya seperti bisikan diatas kepalanya, lalu aku mencium ujung kepalanya

Sampai setengah jam Shara menangis. Akhirnya ia mulai untuk berbicara, walaupun tersendat dan ceritanya agak tidak jelas, tapi aku mengerti. Ia sudah melihat Zayn dan Katy.

"A-apakah kau sudah tahu seb-belum ini?"

"Yeah"

"Ke-kenapa kau tidak bilang padaku?"

"Aku tidak mau membuatmu sakit, aku ingin kau selalu tersenyum"

"Seharusnya kau bilang" dia seperti menggumam

"Yah, memang aku yang salah. Seharusnya aku bilang"

Lalu aku menceritakan semua tentang Zayn dan Katy, dari awal sampai akhir. Tidak ada yang ku potong. Semua lengkap. Nyaris sempurna.


"Hmmh" Shara menghela napas cukup panjang

"I wanna go back"

"Kuantar"


-----


Aku membuka pintu kamar hotelku, di dalam sudah ada Dylan dan Tisa

"Kau habis kemana? Kenapa ponselmu tidak aktif?" Tisa melontarkan pertanyaan bertubi-tubi padaku

Aku tersenyum

"Maaf" hanya itu yang bisa ku ucapkan

"Hey, ada apa dengan wajahmu? Apa kau baru saja menangis?"

"Apa terlihat jelas?" Aku pergi ke depan cermin

"Ah ya jelas sekali"

Dylan dan Tisa kemudian mendekatiku dan memegang pundakku

"Kami tahu kau sedang sedih now, tell us what you're problem?"

Kemudian cerita itu mengalir begitu saja dari bibirku.


"Umm waktu itu kami juga sudah melihat zayn dengan katy waktu itu"

"Tapi kami takut untuk memberi tahumu"

"Tidak apa-apa, sekarang semuanya sudah jelas. Mungkin dengan cara inilah aku melupakan Zayn"


-----
 *Zayn.P.O.V.

Aku baru sampai di hotel tempat ku menginap. Tapi baru sampai di parkiran tiba-tiba saja Liam menghampiriku.


"Kau sudah puas?" Dia berbicara dengan santai, tidak ada emosi disana tapi terkesan sinis

Aku hanya mengernyitkan keningku tanda tidak mengerti

"Shara sudah tahu semuanya" suara Liam berubah menjadi semacam desahan

"She's cried"

"Aku ingin mengetahui satu hal darimu"

"What?"

"Do you love her?"


Do you love her?Ya, pertanyaan Liam benar. Do-you-love-her

I don't know what I feel, yang jelas aku merasa senang jika berada di dekatnya. Ya, aku senang.

Jadi, apa yang kurasakan?Aku selalu merindukannyaAku selalu memikirkannya

Jadi, apa yang kurasakan?


-----


Bersambung

THIS IS MY LOVE STORY (Zayn Malik Fan Fiction)•Chapter8•


Apa yang baru saja ku dengar? Liam mencintaiku?

"You kidding me"

"No, I'm not"

"..."

"Aku tahu, kau belum mencintaiku"

"..."


Ada jeda yang lama


"I wanna go to bed, bye"


-----
 *Zayn.P.O.V.

Sebulan.


Sebenarnya apa yang ku rasakan? Apakah aku masih mencintai Katy? Setelah 4 bulan aku sama sekali tidak pernah berhubungan dengannya lagi

Bagaimana dengan Shara?

Gadis itu

Apa kau tahu Shara


Aku merindukanmu..


Tapi Katy disini lebih membutuhkanku, aku harus membimbingnya agar ia tidak minum alkohol dan ngerokok lagi. Walaupun ia bilang ia sudah berhenti total. Tapi aku tahu ia wanita rapuh
-------------
 *Zayn.P.O.V.
Suara pintu kamar terbuka dengan keras mengangetkanku, Liam masuk dan langsung mencengkram kerah bajuku

"Apa yang telah kau perbuat dengan Shara?"

"Apa urusanmu?"

"Because I love her, kau tahu? Bahkan aku langsung mencintainya pada saat aku pertama kali bertemu dengannya!"

"Tidak seperti kau yang mempermainkan perasaanya"

"Seharusnya dia mencintaiku, bukan kau"

Liam siap ingin memukulku, tapi ia tahan dan langsung pergi begitu saja

"You wrong bro, bahkan mungkin aku sudah mencintainya sebelum aku mengenalnya"

Aku tertunduk tak berdaya, mengucapkan kata itu dengan sangat pelan, mungkin hanya sebuah bisikkan


-----


Liburan kali ini aku pergi ke Paris, ini pertama kalinya aku kesana. Bersama Dylan dan Tisa. Mereka tahu apa masalahku. Dan that's all. Mereka memaksaku untuk kesini

"Bawaanmu banyak sekali Tisa" Dylan mengomentari barang yang di bawa Tisa

"Suka-suka aku"

Aku daritadi hanya diam saja.

6 minggu..

Apakah waktu yang lama?

Tiba di airport

"Akhirnya impianku tercapaiii,aku ke pariiss yeay!" Dylan loncat-loncat kegirangan

"Ow shut up Dy, kau membuat kami malu" Tisa membisikkan kalimat itu ditelinganya

Kami berencana liburan disana selama 10 hari, waktu yang cukup lama bukan untuk meredam semua masalahku? Dan aku pasti akan melupakan masalahku setelah aku disana. Pasti.


-----


I'm in Paris now!

Kalau kau bertanya, siapa yang paling bahagia saat ini? Jawabannya adalah kami bertiga

Paris adalah negara yang indah, negara yang penuh cinta, dan semua orang ingin pergi kesini termasuk aku

Tapi dulu harapanku adalah, aku kesini bersama orang yang mencintaiku, tapi itu dulu. Sekarang? Aku senang kesini bersama sahabat-sahabatku yang tentunya mencintaiku.


-----
 *Zayn.P.O.V.

"Whoaa we will go to Paris guys!" Louis berlari-lari sambil memberitahu itu

"Whoaa Paris" Niall dan yang lain juga terlihat senang

Hanya aku yang menurutku tidak senang

Paris? What the hell is shit.

Kota yang penuh dengan cinta, bullshit. Sekarang aku terjebak karna cinta.

-Katy Calling-

Aku mengangkatnya dan berjalan menuju balkon

"Ya?" Aku menjawab

"Sedang apa hun?"

"Merencanakan liburan"

"Oh yeah? Kemana?"

"Paris"

"May I follow you?"

"Perhaps"

"C'mon babe"

"Ok"

Wtf. Bahkan dia sudah memanggilku dengan kata "hun/babe"

Aku kembali menuju ruang tadi tempat dimana kita berkumpul

"Katy akan ikut"

"Oh sure, pasti akan ramai"Semuanya masih membicarakannya terkecuali Liam.

"What the fu*k" Mereka tidak sadar Liam mengucapan itu, tapi aku tahu

Seharusnya aku disana bersama dengan gadis itu

Bukan Katy
---
*Zayn.P.O.V.
"WELCOME PARIS!!!!!" Harry dan Louis seperti biasa, setiap negara yang mereka kunjungi mereka selalu berteriak seperti itu

"Memang kota yang penuh cinta, lihat banyak pasangan disetiap jalan yang kita lewati" Niall menemplok pada kaca mobil

"Kau tidak berniat memacari gadis sini Niall?" Louis bertanya

"Tidak, aku masih tetap pada demi lovato"

"Who's your celebrity crush?" Louis bertanya dengan suara yang agak kencang

"Demi Lmfaoo!" Harry menjawab dengan berteriak

"Namanya Demi Lovato! Bukan Demi Lmfaoo!"

"Up to me" Louis dan Harry nyengir

"Hey kalian seperti anak kecil saja" Liam menengahi

"Never mind daddy"

Kalau kalian bertanya bagaimana hubunganku dengan Liam? Kami baik-baik saja, setidaknya di depan mereka, aku dan dia tetap mengutamakan profesionalisme

Tapi, ya memang kami hanya berbicara seperlunya saja

Louis dan Harry tidak sadar, tapi aku yakin Niall sudah tahu. Pasti ia diberi tahu Liam.

Oh ya, Katy nanti sore akan tiba disini. Kami naik pesawat lebih dulu daripada dia. Jadi sampai lebih cepat


-----

 *Niall.P.O.V.
Bagaimana ini? Apakah akan menjadi perang dunia ke-5? Eh maaf, kalo salah aku tidak tau sebenarnya perang ke berapa

Tapi aku melihatnya. Gadis itu. Shara Valerina. Disini.

Bagaimana dengan Zayn? Bagaimana dengan Liam? Bagaimana dengan Katy?

Kenapa aku harus tahu masalah ini tuhan, kenapa Liam harus memberi tahuku? Aku tahu Liam menceritakannya padaku karna mungkin aku bisa di percaya.

Tapi aku tidak sanggup menampung masalah mereka sendirian.

Aku harus menceritakan ke yang lainnya. Louis dan Harry. Mereka harus tahu


-----

Sehari aku beradi di Paris saja, sepertinya aku sudah tidak mengingat masalahku, tapi bukan berarti aku melupakannya

"Kita belum ke eiffel"

"Iya ya Tis, yaudah besok aja mungkin kita kesana" Dylan yang baru saja dari dapur menimpali

"Di hotel juga sudah enak" Aku mengambil bantalku dan berniat untuk tidur

"Hey! Apa gunanya kita kesini perjalanan 16 jam di pesawat kalau kau cuma mau tidur" Dylan melemparkan aku sebuah bantal kecil

"Hehe just kidding Dy, tapi untuk sekarang aku benar-benar lelah, aku ingin tidur"

Dylan menghelapa napas "Huh"

Lalu aku terlelap. Sebelum ke alam mimpi aku mendengar Tisa berbicara kepada Dylan

"Dy, kita jalan-jalan ke taman kota aja yuk"

"Ok, let's go"

"Bye Shara" Mereka pergi, pintu di tutup

Kemudian aku terlelap. Pulas.


-----
 *Dylan and Tisa .P.O.V.
"Jangan cepat-cepat jalannya Dy"

"Kau yang jalannya lama"

"Kita ini sedang jalan-jalan, kau tau artinya? Jalan-jalan artinya menikmati semua yang kita lewati"

"Umm yeah"

"DYLAN!! O my god!" Aku tidak percaya ini

"Bisakah kau tidak berteriak? Kupingku pengang mendengarmu berteriak"

"Dy! Dylan!"

"Apa Tis- O MY GOD!! TISA!!!"

"Yee kau bahkan lebih histeris dariku" Aku menoyor kepala Dylan

"Tak bisa di percaya, mengapa mereka kesini?"

"Oh damn! Who is she?" Dylan kaget sambil menunjuk wanita yang ada di sebelah Zayn

"Mana ku tahu"

"Bagaimana ini? Siapa wanita yang sedang digamit oleh Zayn? Bagaimana kalau Shara lihat? Bagaimana ini? Bagaimana?"

"Ow shut up Dy, jangan negative thinking dulu, mungkin saja dia hanya sekedar fans atau asisten baru the boys"

"Tidak mungkin semesra itu. Oke, simpan dulu cerita ini. Jangan sampai Shara tahu"

"Well, apa rencanamu?"


-----
 *Zayn.P.O.V.

Kami sedang berjalan-jalan mengelilingi kota PARIS, kami sibuk melayani permintaan fans kami dari mulai foto sampai tanda tangan

Katy disampingku. Ia menggamit lenganku

"Siapa dia Zayn?" Salah satu fans menanyakan Katy

Aku hanya tersenyum

"Kenapa kau tidak bilang kalau aku ini teman dekatmu?"

Aku tidak menjawab dan melayani fans lainnya


-----

Aku bangun dari tidur. Ho-Am. Jam berapa ini? Mana Dylan dan Tisa?

Aku pergi ke balkon hotel, ingin melihat pemandangan kota ini. Ternyata sudah hampir malam

Aku duduk di bangku balkon. Kalau sudah sendiri seperti ini aku tidak bisa menampik bahwa aku memikirkan Zayn. Ah Zayn, sedang apa kau? Apa kau juga sedang memikirkanku? Atau malah tidak peduli? Bahkan sudah lupa denganku?

Ah benar. Mungkin memang ceritaku berakhir seperti ini. Mengecewakan. Mungkin kalau aku menulis novel, novelku akan best seller

Pasti banyak yang mengalami kisah sepertiku. Bedanya nanti aku menulis bahwa aku patah hati karna seorang superstar. Seorang Zayn Malik.


-----


Bersambung

THIS IS MY LOVE STORY (Zayn Malik Fan Fiction)•Chapter7•

lanjut ya...

*Zayn.P.O.V*
Aku baru saja sampai di UK, ketika ponsel ku bergetar menandakan ada sebuah message masuk. Shara.

Aku membaca pesannya


Teman dari new york? Siapa? Dia tidak pernah cerita sebelumnya. Kemudian aku menekan tombol hijau di ponselku

Tut..

Tut..

"Hello Zayn" Suara nya yang riang membangkitkan semangatku

"Aku baru terima pesanmu, sekarang aku di UK. Kau sedang apa sekarang?"

"Aku baru saja mandi, ingin kuliah. Ah aku ingin cepat-cepat lepas dari kuliah. Aku ingin bekerjaa"

Gadis itu sungguh membuat ku bersemangat

"Aku malah rindu kuliah. Kau harus tahu kalau bekerja itu sangat melelahkan"

"Mm-hm"

"Sudah dulu yaa, jaga dirimu baik-baik"

"You too"

Aku menekan tombol merah

Shara Valerina..Kau membuat ku lupa dengan semua


-----
 *Katy.P.O.V*

Duduk di bar dan memesan banyak alkohol memang sudah jadi kebiasaanku. Tapi tiba-tiba ada seseorang yang ingin menghentikanku dari semua ini. Sudah ku coba tapi tetap tidak bisa.

Tapi setelah 2 bulan ia menghilang dariku, aku baru sadar dia orang yang sangat berarti untukku.

Ya. Aku rela melepas semua ini, demi dirinya

"Katy, kau hanya duduk saja. Biasanya kau pesan banyak minuman"

"Tidak" Aku melengos tidak memedulikan Roy yang bertanya padaku

"Bagaimana pujaan hatimu? Dia semakin terkenal ya"

"Aku lost contact dengannya"

"Ha-ha kau rela berhenti minum untuknya? Mungkin kau di pelet"

Lalu aku cepat meninggalkan bar itu

2 bulan lalu.. dia meninggalkanku, aku tertuduh. Sebenarnya bukan aku. Ada yang secara tidak sengaja memotret ku saat aku bersama teman-temanku. Tapi sungguh aku tidak nge-drugs, aku hanya memegang tapi tidak memakai.

Tapi Zayn keburu melihat fotonya tanpa dengar penjelasan dariku

And he's gone.....


And I'm alone.....

Sekarang aku berhenti dari alkohol dan rokok total. Demi dirinya. Demi seorang Zayn Malik.

Aku mencintainya.....

*Zayn.P.O.V*
Pukul 22.00 wib waktu UK. Aku masih duduk di sebuah cafe. Ponsel ku bergetar.

-Niall Calling-

"Yes?"

"Where are you Zayn?"

"Cafe Wizard, apa apa?"

"Oh, hanya ingin bertanya"

"Oke, see ya"

"Bye"

Ada apa tiba-tiba Niall menelfon?


-----
 *Niall.P.O.V*
"Apakah aku tidak salah dengar?" Aku bertanya pada Liam

"Tidak, aku sudah menceritakan semua"

"Bagaimana dengan Zayn?"

"Katy menunggunya"

"Apa zayn masih mencintai Katy?"

"Tidak bisa cepat berubah perasaan orang"

"Entah lah, aku ingin tidur" Aku mengakhiri pembicaraan dengan Liam

Jadi sebenarnya ini apa? Cinta segitiga kah? Atau segiempat? Shara-Katy-Zayn-LiamAh aku bingung

Aku mencari nama Zayn di contact ku dan memencet tombol hijau


-----
*Katy.P.O.V*
Aku tidak salah lihat? Pria itu, yang pernah mengisi hari-hariku yang telah membebaskan aku dari barang-barang yang kotor. Zayn Malik ada disana. Duduk sendirian. Haruskah aku menemuinya?

Kau harus menemuinya Katy, inilah yang kau tunggu. Saatnya kau berbicara dengannya

Aku masuk ke cafe itu dan mendekatinya

"Zayn?"

Ia menoleh. Terlihat kaget


-----
 *Zayn.P.O.V*

Tidak di sangka. Aku bertemu dengannya lagi setelah sekian lama tidak bertemu

Wanita yang amat rapuh

"Zayn?"

"Yes" Aku memalingkan muka darinya

"Boleh aku duduk?"

"Tidak ada yang melarang"

Lalu ia duduk

1 menit..

5 menit..

10 menit..

Tidak ada yang berbicara

20 menit..

"Aku tidak memakainya Zayn" akhirnya ia berbicara

"Aku hanya memegangnya, memang aku disana. Itu punya temanku, tapi sungguh aku tidak memakainya. Aku berani bersumpah atas nama tuhan, maafkan aku"

"Aku sekarang sudah lepas total dari rokok dan alkohol"

"Zayn, maafkan aku..." Ia sudah menangis sekarang

Aku pun cepat memeluknya, menenangkannya, dan mengusap kepalanya lembut

"Tidak apa-apa"


Mereka tidak tahu. Ada yang melihat.....


-----

*Liam.P.O.V*

Aku datang ke UK kemarin sore, dan malam ini aku berniat untuk mencari makan malam sendirian

Ketika aku melihatnya

Aku marah

Ini tidak bisa di biarkan, Katy mungkin sudah kembali.Lalu bagaimana dengan Shara? Haruskah aku memberi tahunya?

Ah jangan-Shara tidak boleh tahu tentang ini


-----

Kau pernah mengalami sesuatu yang absurd? Kau tahu? Sekarang. Aku. Sedang. Mengalami-nya.

Apakah kalau kita tidak ada hubungan apa-apa dengan seseorang tapi kalau kita sehari saja tidak menjalin komunikasi dengannya, kita merasa ada yang kurang. Itu namanya apa?

Sekali lagi.

Itu. Namanya. Apa.

Zayn memang bukan siapa-siapaku, Umm ralat.Zayn siapa-siapa ku kok, kita saling mengenal dan of course kita berteman

Apakah berteman saja?


Berteman. Ha-ha. Lucu sekali.

Setelah ia mengajakku pergi ke Singapore kita hanya berteman?

It's disgusting. Aku tidak boleh terlalu seperti ini pada seorang pria. Tidak boleh.

Biar saja dia tidak menghubungiku. Biar saja. Bi-ar sa- Ah tidak bisaaa

Oke calm. Aku mulai mengetik sebuah pesan untuknya

"Kau sedang sibuk? Dari 2 hari yang lalu kenapa kau tidak menghubungiku?"

Sent.


-----
 *Katy.P.O.V*
Terakhir kali aku bertemu dengannya sejak 4 bulan yang lalu, selebihnya aku lost contact

"Foto box yuk Zayn"

"Aku tidak suka foto"

"Ayolaaah"

"Tidak Katy"

"Hh baiklah"

*Zayn.P.O.V*

Ponsel ku bergetar. Aku mengambilnya dari saku celanaku. Sebuah message. Dari Shara.


Shara: "Kau sedang sibuk? Dari 2 hari yang lalu kenapa kau tidak menghubungiku?"

Ya tuhan aku sampai lupa dengan gadis ini

Apakah aku harus membalas? Sepertinya tidak sekarang

Lalu aku menghampiri Katy yang sedang memilih-milih baju

"Dari siapa?"

"Niall"


-----

5 jam aku menunggu-

Tidak di balas juga, sedang apa dia?

Aku rindu padamu Zayn...


Yap. Genap seminggu Zayn tidak menghubungiku. Ketika ada sebuah message datang di ponsel ku. Aku cepat menyambarnya dan berharap Zayn yang menghubungiku. Ternyata salah. Dari Liam.

"Hey Shara, wht r u doing?"

"Just reading a book, hbu?"

"Aku baru selesai konser di wellington"

Berarti Zayn sekarang juga di sana. Tuhan.. beritahu aku ada apa dengan Zayn? Kenapa dia terlihat seperti ingin menjauhiku?

"Ada zayn disana?"

"Ya, ada"

"Apa dia baik-baik saja?"

"Yes he's fine"

-----
 *Liam.P.O.V*

Damn it! Dia masih saja peduli pada Zayn, setelah Zayn tiba-tiba menghilang begitu saja

Aku tahu ceritanya. Shara menceritakan semuanya padaku. Aku ingin bilang padanya. Katy telah kembali. Tapi aku tidak tega menyakiti hatinya


Because I love her..


Aku jatuh pada pandangan pertama saat konser pertamaku di Indonesia

Aku tidak bisa memungkirinya, tadinya aku berfikir mungkin hanya perasaan kagum belaka. Tetapi aku salah.

Setiap aku berhubungan dengannya, aku merasakan sesuatu yang berbeda. Aku kelewat senang.

Ya. Thats true. I'm fallin' in love with her and I don't know why


-----


"Liam:("

Ku putuskan ingin menceritakan lagi semuanya pada liam. Bahwa 3 minggu terakhir aku tidak berhubungan dengan Zayn. Bahwa aku sudah berkali-kali mengirimi pesan dan menelponnya tapi tidak dibalas. Bahwa aku rindu padanya.

"Berhenti berbicara tentang Zayn. Aku muak"

Tiba-tiba Liam berkata seperti itu saat aku sedang telfonan dengannya lewat ym

"Ke-napa? Maaf-" Aku jadi gugup

"Maaf Shara, bukannya aku bermaksud untuk membentakmu. Tapi-" Liam memotong kalimatnya

"Tapi apa?"

"Lupakan Zayn"

"Apa maksudmu?" Aku mengernyitkan dahiku

"Lupakan Zayn, Lupakan semua tentang Zayn"

"Tidak bisa secepat itu"

"Aku tahu, dan aku akan membuatmu melupakannya"

"Maksudmu?" Aku semakin tidak mengerti

"Because I love you"
---
Bersambung