Sabtu, 05 Januari 2013

THIS IS MY LOVE STORY (Zayn Malik Fan Fiction)•Chapter11•

Aku datang jauh sebelum acara akan dimulai, aku butuh persiapan. Aku harus menetralkan detak jantungku yang tak karuan karna nervous yang berlebihan.

Dan perut ku sudah bergolak, aku mual ingin muntah, tapi tidak bisa. Inilah kebiasaanku jika aku memang sedang benar-benar nervous

"Kau terlihat gugup sekali" Dylan yang sedari tadi menemaniku di acara nanti malam akhirnya komentar juga melihat aku yang sedang nervous. Tisa keluar sedang membeli makanan.

"Aku takut hancur permainanku nanti, aku takut suaraku fals"

"Tidak mungkin, kau ahli sekali dalam memainkan sebuah lagu di piano. Jadi pasti nanti akan sangat bagus"

"Oh ya, sebenarnya lagu apa yang nanti akan kamu mainkan? Jangan sok rahasia deh"

"Sebuah lirik ciptaanku sendiri, dan untuk lagu yang akan ku nyanyikan. Rahasia"

"Ah Shara"

Acara dimulai pukul 19.00 wib waktu Indonesia, dan sekarang sudah pukul 18.00, aku tampil sebagai pembuka

Dan mengingat itu aku jadi semakin ingin muntah.

Oh God, help meeeehh


-----
*Zayn.P.O.V.

Pukul 16.00 wib waktu Indonesia aku sampai di bandara Internasional Soekarno-Hatta

Aku tidak langsung ke hotel bersama yang lainnya. Aku harus ke tempat gadis itu. Aku tidak sabar untuk bertemu dengannya

Seorang ibu-ibu paruh baya gemuk keluar

"Excusme, apa ada Shara?"

"Kau siapanya dia?" Dia mencoba untuk berbahasa Inggris, lumayan.

"Aku temannya, datang dari UK"

"So far, tapi Shara sedang mengisi sebuah acara di Hotel Safeway. Acara dimulai pukul 7 malam, you'll be there"

"Ok, thanks"

Aku berbalik masuk mobil.

Hotel Safeway..

Sedang apa gadis itu disana?


Tiba ditempat the boys lainnya

"Hey mungkin aku akan ke hotel safeway sekarang, Shara disana sedang mengisi sebuah acara"

"Kami ikut" Liam langsung berdiri

"Ya, kami ikut" Akhirnya kami bertiga masuk mobil dan menuju Hotel Safeway

Jam menunjukkan pukul 18.00, pukul 7 malam katanya acara dimulai. Semoga aku tidak terlambat


-----

Pukul 19.00 wib

"Hadirin sekalian dalam menyambut acara............."

Aku sama sekali tidak mendengarkan, perutku tambah mulas. Oh yaTuhan, semoga aku berhasil, semoga aku tidak mengecewakan. Aku sudah di undang disini, di acara ini. Kau harus memberi yang terbaik Shara. Har-

"Kita panggilkan pemain piano berbakat kita.......Shara Valerina"

Ah apakah itu namaku? Apa namaku sudah dipanggil?

"Nona, sudah waktu nya untuk maju" Petugas hotel segera mengingatkan

"Ok"

Ternyata memang benar namaku.

Perlahan-lahan aku berjalan menuju stage. Ketika aku menginjakkan kaki ku di awal masuk stage. Aku sedikit melihat dari ujung mataku, penonton nya banyak sekali. Aku menunduk sampai aku duduk di piano yang sudah tersedia. Lampu pada saat itu juga dimatikan dan hanya aku yang disorot. Menghela nafas sebentar. Tenang Shara, kau sudah biasa memainkan ini.

Lalu jari-jari ku mulai menekan tuts satu demi satu. Ah semakin lama malah semakin mengasyikkan, aku sudah tidak nervous lagi

Nada yang aku ciptakan sendiri telah usai ku mainkan, penonton riuh bertepuk tangan.

Lagu ini saatnya, aku mendekatkan microphone di dekat bibir

"I will sing a song for someone"

Mulailah nada-nada keluar dari jari-jariku. Kemudian aku menyanyikan sebuah lagu dari Avril Lavigne

"I always needed time on my own and never thought i'd need you there when I cried"

"And the days feel like years when i'm aloneAnd the bed where you lie is made up on you're side"

"When you walk away I count the step that you takeDo you see how much I need you right now"

"When you're gone the pieces of my heart are missing youWhen you're gone the face I came to know is missing tooWhen you're gone the word I need to hear to always get me through the day"

"And make it ok, I miss you.."


-----
*Zayn.P.O.V.
Aku terlambat 15 menit, acara sudah mulai. Kami memasuki hotel, suasana sangat ramai. Tapi walaupun ramai aku bisa melihatnya.

Gadis itu sedang memainkan piano, tapi aku lihat hanya sebentar. Setelah itu ia mendekatkan microphone ke bibirnya.

"I will sing a song for someone"

Lalu ia mulai menekan tuts piano nya dan mengalirlah sebuah lagu.

Damn. Apa lagu ini untukku?

"Dia bernyanyi sangat pakai hati, kau tahu lagu itu untuk siapa?" Niall berbicara berbisik layaknya anak kecil. Aku tahu dia menyindirku.

Ternyata kau masih ingat padaku..

"Lou, I miss you" Harry jadi terbawa suasana dan langsung memuluk Louis, pada saat ia akan mencium Louis, kepala Harry sudah di geplak oleh Louis.

"Aww babe!"

"Diam! Nanti ada yang marah"

Liam di sampingku juga terpaku mendengar gadis itu berada di stage.

-----


Selesai. Akhirnya.

"Thankyou, Goodnight"

Aku turun dari stage dan mendapati Tisa dan Dylan sudah ada di kamar ganti

"What the hell Shara, aku hampir meneteskan air mataku"

"Kau berlebihan Dy"

"Tapi itu benar Shara, aku bahkan sudah menangis. Sungguh indah"

Aku tersenyum "Thankyou"

"Aku tau lagu itu buat siapa"

"Ah lupakan, anggap saja aku tidak pernah bernyanyi disana"

Lalu aku mengganti pakaianku dan berniat untuk mencari angin malam di luar.

Baru sampai luar hotel ada yang memanggilku

"Hey"

Aku menoleh

Who the hell is it?

Kenapa laki-laki ini ada disini? Berarti dia tadi melihat ku waktu di stage?

Damn. Damn. Damn.God killing me nowww!

"Permainan mu bagus sekali, lagu itu untukku?"

"Menurutmu?"

"Aku merasa tersindir"

"Oh"

Hening.

Ah apa-apaan ini? Dia tidak berbicara lagi? Dia tidak minta maaf? Sebenarnya apa tujuan dia kesini? Mana gadis itu?

Ada banyak pertanyaan dikepalaku kepadanya, tapi kuurungkan untuk bertanya padanya. Gengsi.

Aku baru saja ingin berbalik untuk pergi. Ketika tiba-tiba Zayn memelukku. Pelukan yang sangat erat, seperti tidak ada lagi hari esok.

Lama ia memelukku, aku hanya diam saja. Menikmati kehangatan yang menjalar dalam tubuhku.

"I'm.. Sorry.."

Finally! Dia mengatakannya

Dia semakin mempererat pelukannya.

"Zayn.. I-can't-breath"

"Biarkan seperti ini dulu"

Perlahan aku membalas pelukannya.

"Zayn-I.. "

"Sstt, I know what will you saying"

"I miss you too" Zayn melepaskan pelukannya dan memegang kedua pundakku sambil tersenyum.

"I really miss you.." Dia mengucapkannya lagi.

God.

He's back.

-----

Bersambung to Chapter 11/2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar