"Memang"
"Kenapa kamu sebelumnya tidak pernah memanggil namaku?"
"Kau mau tau?"
"Ya"
"Rahasia"
"Zayn!"
"Hahahaha kapan-kapan ku beri tahu"
"Dan aku sangat suka caramu menanggil namaku, so sexy"
"I'm sexy and I know it"
"Ya ya ya.. whatever. Well, sudah hampir 2 jam. Jadi siapa yang akan mengantarku ke airport?"
"Mr. Malik of course"
"You're dad?"
"Like that lah, cepat bereskan semua barang-barangmu"
-----
Tiba di airport. Aku melihat pria berambut coklat itu lagi dan para the boys lainnya
"Mereka juga ingin mengantarmu" Zayn berbisik di telingaku
Aku tersenyum
"Hey All, nice to meet you"
"Me tooo"
"Sepertinya aku sudah harus take off, see ya"
Aku menghampiri Zayn. Dia hanya diam
"Suatu saat kita akan bertemu lagi"
"Aku akan merindukanmu" Lalu ia mengecup keningku
"Bye Shara"
"Ke dua kalinya.." aku menggumam
Liam tiba-tiba menghampiriku
"Terimakasih Shara, kau sudah menemaniku membeli gitar tadi siang"
"No prob, Liam"
Zayn mengerutkan keningnya. Menemani membeli gitar?
"Bye all, already miss you guys"
-----
*Zayn.P.O.V
Menemani membeli gitar tadi siang? Jadi? Mereka jalan berdua?
"Kau jalan berdua bersamanya?"
Setiba di hotel aku menanyakannya pada liam
"Tidak, hanya tidak sengaja bertemu"
"Oh"
Aku pun pergi mandi
"Zayn" Liam memanggilku setelah aku mandi
"Apa?"
"Shara sudah tau?"
"Tau apa?"
"Hey kau jangan pura-pura tidak tahu"
"Yeah"
"Seharusnya aku mengatakannya saat aku makan siang dengannya"
"Apa urusanmu?"
"Yeaa aku tau aku bukan siapa-siapa, but I care with her, jadi siapa yang pecundang disini?"
"Just shut up you're fu*king mouth" Aku meninggalkannya.
Ya. Aku punya sebuah rahasia. Hanya Liam yang tahu semuanya. Yang lain hanya tau kalau kita berteman.
-------
*Zayn.P.O.V
Gadis itu bernama Katy, ia cantik dan nyaris sempurna dan aku tidak bisa memungkirinya, Aku menyukainya. Aku dan Katy sudah berhubungan 6 bulan lamanya. Dan hanya Liam yang tahu.
Tapi pada saat aku datang ke Indonesia, hubungan ku dengan Katy sedang memburuk, Katy pecandu rokok dan alkohol berat, dulu aku dekat dengannya karna hanya ingin menghentikan ia dengan kebiasaannya, setidaknya diminimalisir olehnya. Tapi kemudian aku malah menjalin hubungan yang spesial. Belakangan aku dapat kabar Katy sudah nge-drugs, sebelumnya aku tidak percaya tetapi setelah mendapatkan bukti, aku percaya. Dan sekarang aku dengannya sedang merenggang.
-----
Tidak kerasa 6 bulan aku mengenal seorang Zayn Malik, aku semakin dekat dengannya. Tapi sesekali bahkan aku lebih sering bercerita dengan Liam, mungkin karna ia punya pikiran yang dewasa. Jadi aku merasa nyaman cerita dengannya.
Aku sedang berada dalam perpustakaan. Ketika ada sebuah message dari Liam datang.
"Bisakah kau menjemput ku di airport?"
Aku langsung membalasnya dengan cepat
"Hah? Kau sedang dimana?"
"Soekarno Hatta beauty"
"Oh my God apa yang kamu lakukan?"
"Sebaiknya kau menjemputku dulu Shara, baru kau boleh melontarkan pertanyaan yang ada didalam pikiranmu"
"Oke oke, wait ya!"
Aku segera membereskan buku yang sedang ku baca, dan memasukkannya ke tas secepat mungkin. Aku harus bergerak cepat.
Mencari orang yang berambut coklat di antara orang berambut hitam memang sangat mudah, aku menemukannya. Liam. Tetapi ia memakai kacamata hitam dan jaket yang besar. Mungkin agar orang-orang tidak mengenalinya
"Liam!" Aku memanggilnya sambil berlari-lari kecil
"Hi Shara" Liam memelukku
"Jadi, sedang apa kau disini? Seorang diri"
"Temani aku dulu mencari hotel, ayo"
"Hm"
Aku masuk ke sebuah taksi dan menuju ke salah satu hotel yang ada di Jakarta.
Berjalan menuju lift. Menuju lantai 8.
"Udara di sini sangat panas, cocok untuk para wanita berjemur"
"You wrong, udara disini hanya bagus sampai jam 9 pagi saja. Selebihnya? Aku jamin setiap hari kau berjemur disini dalam jangka waktu yang lama. Kau kena kanker" aku menakut-nakutinya
"Astaga" Liam memasang muka ketakutan
Sampai di kamar hotel
"So? Tell me, why you in here?"
"Holiday. Refreshing"
"Apa kau muak dengan pekerjaanmu?"
"Tidak sama sekali"
"Oh ya? Ku pikir kau juga muak, sama seperti Zayn"
"Hh zayn"
"Why?"
"Nope"
-----
*Liam.P.O.V
I'm in Indonesia now. Aku izin dari pihak management untuk berlibur. Tapi jelas aku tidak memberi tahu aku libur kemana. Apalagi kalau Zayn sampai tahu, ia sekarang kembali ke UK bersama keluarganya.
Apa tujuanku ke sini? Sebenarnya juga tidak jelas apa tujuan ke sini
"Shara please, jangan beri tahu siapa-siapa kalau aku di sini"
"Kau berani membayarku berapa?"
"Dengan seluruh hatiku boleh?"
"Hahaha you're so funny"
Tidak. Aku tidak bercanda.
"Hahaha" Tapi aku hanya ikut tertawa
-----
*Zayn.P.O.V
"Kau akan kembali ke UK zayn?" Harry datang membawa kripik kentang, yang langsung diambil oleh Niall
"Perhaps"
"Apa kau tidak mau ke Indonesia?" Louis menimpali
Aku hanya mengangkat bahu
"Kembalikan kripikku Niall!" Harry berteriak
"This is mine" Niall menjauh dan masih makan
Bla bla bla
Aku tidak terlalu mendengarkan. Aku berjalan menuju balkon. Mengeluarkan handphone dan memencet nama "Shara" dan aku menekan tombol hijau. Aku menelponnya.
Tut..
Tut..
Tut..
Tidak ada jawaban, kemana dia?
-----
"Aku tidak suka film horor liam"
"Tidak apa-apa nanti aku akan memelukmu jika kau takut haha"
"Enak saja, tidak mau! Kita nonton yang lain saja"
Selesai menonton aku menemani Liam berbelanja untuk oleh-oleh
"Dulu waktu aku disini dan pertama kali bertemu denganmu aku tidak sempat belanja"
Aku menemaninya sampai pukul 9 malam.
"Terimakasih sudah menemaniku" Liam tersenyum seperti biasa, manis.
"Urwel"
"Nite Shara"
"Nite Liam" Lalu ia pergi bersama taksinya
Aku masuk ke dalam kost anku, dan menguncinya. Lalu aku mencari ponselku ditas, sedari tadi siang aku belum membukanya
36 Missed Call dan 15 message. Semua dari Zayn.
Ah maafkan aku Zayn..
Aku mengetik sebuah message ke dia
"I'm sorry Zayn, aku baru saja menemani Li-" oh ya,Liam berkata jangan beri tahu siapa-siapa
"Aku baru saja menemani teman SMA ku yang datang dari New York. Ponsel ku di silent. Jadi tidak tahu kalau kau menelpon atau sms. Maaf"
Pertama kalinya aku berbohong padanya
-----
Bersambung
Sorry,kalo sambungannya ga asyiik :)
"Kenapa kamu sebelumnya tidak pernah memanggil namaku?"
"Kau mau tau?"
"Ya"
"Rahasia"
"Zayn!"
"Hahahaha kapan-kapan ku beri tahu"
"Dan aku sangat suka caramu menanggil namaku, so sexy"
"I'm sexy and I know it"
"Ya ya ya.. whatever. Well, sudah hampir 2 jam. Jadi siapa yang akan mengantarku ke airport?"
"Mr. Malik of course"
"You're dad?"
"Like that lah, cepat bereskan semua barang-barangmu"
-----
Tiba di airport. Aku melihat pria berambut coklat itu lagi dan para the boys lainnya
"Mereka juga ingin mengantarmu" Zayn berbisik di telingaku
Aku tersenyum
"Hey All, nice to meet you"
"Me tooo"
"Sepertinya aku sudah harus take off, see ya"
Aku menghampiri Zayn. Dia hanya diam
"Suatu saat kita akan bertemu lagi"
"Aku akan merindukanmu" Lalu ia mengecup keningku
"Bye Shara"
"Ke dua kalinya.." aku menggumam
Liam tiba-tiba menghampiriku
"Terimakasih Shara, kau sudah menemaniku membeli gitar tadi siang"
"No prob, Liam"
Zayn mengerutkan keningnya. Menemani membeli gitar?
"Bye all, already miss you guys"
-----
*Zayn.P.O.V
Menemani membeli gitar tadi siang? Jadi? Mereka jalan berdua?
"Kau jalan berdua bersamanya?"
Setiba di hotel aku menanyakannya pada liam
"Tidak, hanya tidak sengaja bertemu"
"Oh"
Aku pun pergi mandi
"Zayn" Liam memanggilku setelah aku mandi
"Apa?"
"Shara sudah tau?"
"Tau apa?"
"Hey kau jangan pura-pura tidak tahu"
"Yeah"
"Seharusnya aku mengatakannya saat aku makan siang dengannya"
"Apa urusanmu?"
"Yeaa aku tau aku bukan siapa-siapa, but I care with her, jadi siapa yang pecundang disini?"
"Just shut up you're fu*king mouth" Aku meninggalkannya.
Ya. Aku punya sebuah rahasia. Hanya Liam yang tahu semuanya. Yang lain hanya tau kalau kita berteman.
-------
*Zayn.P.O.V
Gadis itu bernama Katy, ia cantik dan nyaris sempurna dan aku tidak bisa memungkirinya, Aku menyukainya. Aku dan Katy sudah berhubungan 6 bulan lamanya. Dan hanya Liam yang tahu.
Tapi pada saat aku datang ke Indonesia, hubungan ku dengan Katy sedang memburuk, Katy pecandu rokok dan alkohol berat, dulu aku dekat dengannya karna hanya ingin menghentikan ia dengan kebiasaannya, setidaknya diminimalisir olehnya. Tapi kemudian aku malah menjalin hubungan yang spesial. Belakangan aku dapat kabar Katy sudah nge-drugs, sebelumnya aku tidak percaya tetapi setelah mendapatkan bukti, aku percaya. Dan sekarang aku dengannya sedang merenggang.
-----
Tidak kerasa 6 bulan aku mengenal seorang Zayn Malik, aku semakin dekat dengannya. Tapi sesekali bahkan aku lebih sering bercerita dengan Liam, mungkin karna ia punya pikiran yang dewasa. Jadi aku merasa nyaman cerita dengannya.
Aku sedang berada dalam perpustakaan. Ketika ada sebuah message dari Liam datang.
"Bisakah kau menjemput ku di airport?"
Aku langsung membalasnya dengan cepat
"Hah? Kau sedang dimana?"
"Soekarno Hatta beauty"
"Oh my God apa yang kamu lakukan?"
"Sebaiknya kau menjemputku dulu Shara, baru kau boleh melontarkan pertanyaan yang ada didalam pikiranmu"
"Oke oke, wait ya!"
Aku segera membereskan buku yang sedang ku baca, dan memasukkannya ke tas secepat mungkin. Aku harus bergerak cepat.
Mencari orang yang berambut coklat di antara orang berambut hitam memang sangat mudah, aku menemukannya. Liam. Tetapi ia memakai kacamata hitam dan jaket yang besar. Mungkin agar orang-orang tidak mengenalinya
"Liam!" Aku memanggilnya sambil berlari-lari kecil
"Hi Shara" Liam memelukku
"Jadi, sedang apa kau disini? Seorang diri"
"Temani aku dulu mencari hotel, ayo"
"Hm"
Aku masuk ke sebuah taksi dan menuju ke salah satu hotel yang ada di Jakarta.
Berjalan menuju lift. Menuju lantai 8.
"Udara di sini sangat panas, cocok untuk para wanita berjemur"
"You wrong, udara disini hanya bagus sampai jam 9 pagi saja. Selebihnya? Aku jamin setiap hari kau berjemur disini dalam jangka waktu yang lama. Kau kena kanker" aku menakut-nakutinya
"Astaga" Liam memasang muka ketakutan
Sampai di kamar hotel
"So? Tell me, why you in here?"
"Holiday. Refreshing"
"Apa kau muak dengan pekerjaanmu?"
"Tidak sama sekali"
"Oh ya? Ku pikir kau juga muak, sama seperti Zayn"
"Hh zayn"
"Why?"
"Nope"
-----
*Liam.P.O.V
I'm in Indonesia now. Aku izin dari pihak management untuk berlibur. Tapi jelas aku tidak memberi tahu aku libur kemana. Apalagi kalau Zayn sampai tahu, ia sekarang kembali ke UK bersama keluarganya.
Apa tujuanku ke sini? Sebenarnya juga tidak jelas apa tujuan ke sini
"Shara please, jangan beri tahu siapa-siapa kalau aku di sini"
"Kau berani membayarku berapa?"
"Dengan seluruh hatiku boleh?"
"Hahaha you're so funny"
Tidak. Aku tidak bercanda.
"Hahaha" Tapi aku hanya ikut tertawa
-----
*Zayn.P.O.V
"Kau akan kembali ke UK zayn?" Harry datang membawa kripik kentang, yang langsung diambil oleh Niall
"Perhaps"
"Apa kau tidak mau ke Indonesia?" Louis menimpali
Aku hanya mengangkat bahu
"Kembalikan kripikku Niall!" Harry berteriak
"This is mine" Niall menjauh dan masih makan
Bla bla bla
Aku tidak terlalu mendengarkan. Aku berjalan menuju balkon. Mengeluarkan handphone dan memencet nama "Shara" dan aku menekan tombol hijau. Aku menelponnya.
Tut..
Tut..
Tut..
Tidak ada jawaban, kemana dia?
-----
"Aku tidak suka film horor liam"
"Tidak apa-apa nanti aku akan memelukmu jika kau takut haha"
"Enak saja, tidak mau! Kita nonton yang lain saja"
Selesai menonton aku menemani Liam berbelanja untuk oleh-oleh
"Dulu waktu aku disini dan pertama kali bertemu denganmu aku tidak sempat belanja"
Aku menemaninya sampai pukul 9 malam.
"Terimakasih sudah menemaniku" Liam tersenyum seperti biasa, manis.
"Urwel"
"Nite Shara"
"Nite Liam" Lalu ia pergi bersama taksinya
Aku masuk ke dalam kost anku, dan menguncinya. Lalu aku mencari ponselku ditas, sedari tadi siang aku belum membukanya
36 Missed Call dan 15 message. Semua dari Zayn.
Ah maafkan aku Zayn..
Aku mengetik sebuah message ke dia
"I'm sorry Zayn, aku baru saja menemani Li-" oh ya,Liam berkata jangan beri tahu siapa-siapa
"Aku baru saja menemani teman SMA ku yang datang dari New York. Ponsel ku di silent. Jadi tidak tahu kalau kau menelpon atau sms. Maaf"
Pertama kalinya aku berbohong padanya
-----
Bersambung
Sorry,kalo sambungannya ga asyiik :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar