Apa yang baru saja ku dengar? Liam mencintaiku?
"You kidding me"
"No, I'm not"
"..."
"Aku tahu, kau belum mencintaiku"
"..."
Ada jeda yang lama
"I wanna go to bed, bye"
-----
*Zayn.P.O.V.
Sebulan.
Sebenarnya apa yang ku rasakan? Apakah aku masih mencintai Katy? Setelah 4 bulan aku sama sekali tidak pernah berhubungan dengannya lagi
Bagaimana dengan Shara?
Gadis itu
Apa kau tahu Shara
Aku merindukanmu..
Tapi Katy disini lebih membutuhkanku, aku harus membimbingnya agar ia tidak minum alkohol dan ngerokok lagi. Walaupun ia bilang ia sudah berhenti total. Tapi aku tahu ia wanita rapuh
-------------
*Zayn.P.O.V.
Suara pintu kamar terbuka dengan keras mengangetkanku, Liam masuk dan langsung mencengkram kerah bajuku
"Apa yang telah kau perbuat dengan Shara?"
"Apa urusanmu?"
"Because I love her, kau tahu? Bahkan aku langsung mencintainya pada saat aku pertama kali bertemu dengannya!"
"Tidak seperti kau yang mempermainkan perasaanya"
"Seharusnya dia mencintaiku, bukan kau"
Liam siap ingin memukulku, tapi ia tahan dan langsung pergi begitu saja
"You wrong bro, bahkan mungkin aku sudah mencintainya sebelum aku mengenalnya"
Aku tertunduk tak berdaya, mengucapkan kata itu dengan sangat pelan, mungkin hanya sebuah bisikkan
-----
Liburan kali ini aku pergi ke Paris, ini pertama kalinya aku kesana. Bersama Dylan dan Tisa. Mereka tahu apa masalahku. Dan that's all. Mereka memaksaku untuk kesini
"Bawaanmu banyak sekali Tisa" Dylan mengomentari barang yang di bawa Tisa
"Suka-suka aku"
Aku daritadi hanya diam saja.
6 minggu..
Apakah waktu yang lama?
Tiba di airport
"Akhirnya impianku tercapaiii,aku ke pariiss yeay!" Dylan loncat-loncat kegirangan
"Ow shut up Dy, kau membuat kami malu" Tisa membisikkan kalimat itu ditelinganya
Kami berencana liburan disana selama 10 hari, waktu yang cukup lama bukan untuk meredam semua masalahku? Dan aku pasti akan melupakan masalahku setelah aku disana. Pasti.
-----
I'm in Paris now!
Kalau kau bertanya, siapa yang paling bahagia saat ini? Jawabannya adalah kami bertiga
Paris adalah negara yang indah, negara yang penuh cinta, dan semua orang ingin pergi kesini termasuk aku
Tapi dulu harapanku adalah, aku kesini bersama orang yang mencintaiku, tapi itu dulu. Sekarang? Aku senang kesini bersama sahabat-sahabatku yang tentunya mencintaiku.
-----
*Zayn.P.O.V.
"Whoaa we will go to Paris guys!" Louis berlari-lari sambil memberitahu itu
"Whoaa Paris" Niall dan yang lain juga terlihat senang
Hanya aku yang menurutku tidak senang
Paris? What the hell is shit.
Kota yang penuh dengan cinta, bullshit. Sekarang aku terjebak karna cinta.
-Katy Calling-
Aku mengangkatnya dan berjalan menuju balkon
"Ya?" Aku menjawab
"Sedang apa hun?"
"Merencanakan liburan"
"Oh yeah? Kemana?"
"Paris"
"May I follow you?"
"Perhaps"
"C'mon babe"
"Ok"
Wtf. Bahkan dia sudah memanggilku dengan kata "hun/babe"
Aku kembali menuju ruang tadi tempat dimana kita berkumpul
"Katy akan ikut"
"Oh sure, pasti akan ramai"Semuanya masih membicarakannya terkecuali Liam.
"What the fu*k" Mereka tidak sadar Liam mengucapan itu, tapi aku tahu
Seharusnya aku disana bersama dengan gadis itu
Bukan Katy
---
*Zayn.P.O.V.
"WELCOME PARIS!!!!!" Harry dan Louis seperti biasa, setiap negara yang mereka kunjungi mereka selalu berteriak seperti itu
"Memang kota yang penuh cinta, lihat banyak pasangan disetiap jalan yang kita lewati" Niall menemplok pada kaca mobil
"Kau tidak berniat memacari gadis sini Niall?" Louis bertanya
"Tidak, aku masih tetap pada demi lovato"
"Who's your celebrity crush?" Louis bertanya dengan suara yang agak kencang
"Demi Lmfaoo!" Harry menjawab dengan berteriak
"Namanya Demi Lovato! Bukan Demi Lmfaoo!"
"Up to me" Louis dan Harry nyengir
"Hey kalian seperti anak kecil saja" Liam menengahi
"Never mind daddy"
Kalau kalian bertanya bagaimana hubunganku dengan Liam? Kami baik-baik saja, setidaknya di depan mereka, aku dan dia tetap mengutamakan profesionalisme
Tapi, ya memang kami hanya berbicara seperlunya saja
Louis dan Harry tidak sadar, tapi aku yakin Niall sudah tahu. Pasti ia diberi tahu Liam.
Oh ya, Katy nanti sore akan tiba disini. Kami naik pesawat lebih dulu daripada dia. Jadi sampai lebih cepat
-----
*Niall.P.O.V.
Bagaimana ini? Apakah akan menjadi perang dunia ke-5? Eh maaf, kalo salah aku tidak tau sebenarnya perang ke berapa
Tapi aku melihatnya. Gadis itu. Shara Valerina. Disini.
Bagaimana dengan Zayn? Bagaimana dengan Liam? Bagaimana dengan Katy?
Kenapa aku harus tahu masalah ini tuhan, kenapa Liam harus memberi tahuku? Aku tahu Liam menceritakannya padaku karna mungkin aku bisa di percaya.
Tapi aku tidak sanggup menampung masalah mereka sendirian.
Aku harus menceritakan ke yang lainnya. Louis dan Harry. Mereka harus tahu
-----
Sehari aku beradi di Paris saja, sepertinya aku sudah tidak mengingat masalahku, tapi bukan berarti aku melupakannya
"Kita belum ke eiffel"
"Iya ya Tis, yaudah besok aja mungkin kita kesana" Dylan yang baru saja dari dapur menimpali
"Di hotel juga sudah enak" Aku mengambil bantalku dan berniat untuk tidur
"Hey! Apa gunanya kita kesini perjalanan 16 jam di pesawat kalau kau cuma mau tidur" Dylan melemparkan aku sebuah bantal kecil
"Hehe just kidding Dy, tapi untuk sekarang aku benar-benar lelah, aku ingin tidur"
Dylan menghelapa napas "Huh"
Lalu aku terlelap. Sebelum ke alam mimpi aku mendengar Tisa berbicara kepada Dylan
"Dy, kita jalan-jalan ke taman kota aja yuk"
"Ok, let's go"
"Bye Shara" Mereka pergi, pintu di tutup
Kemudian aku terlelap. Pulas.
-----
*Dylan and Tisa .P.O.V.
"Jangan cepat-cepat jalannya Dy"
"Kau yang jalannya lama"
"Kita ini sedang jalan-jalan, kau tau artinya? Jalan-jalan artinya menikmati semua yang kita lewati"
"Umm yeah"
"DYLAN!! O my god!" Aku tidak percaya ini
"Bisakah kau tidak berteriak? Kupingku pengang mendengarmu berteriak"
"Dy! Dylan!"
"Apa Tis- O MY GOD!! TISA!!!"
"Yee kau bahkan lebih histeris dariku" Aku menoyor kepala Dylan
"Tak bisa di percaya, mengapa mereka kesini?"
"Oh damn! Who is she?" Dylan kaget sambil menunjuk wanita yang ada di sebelah Zayn
"Mana ku tahu"
"Bagaimana ini? Siapa wanita yang sedang digamit oleh Zayn? Bagaimana kalau Shara lihat? Bagaimana ini? Bagaimana?"
"Ow shut up Dy, jangan negative thinking dulu, mungkin saja dia hanya sekedar fans atau asisten baru the boys"
"Tidak mungkin semesra itu. Oke, simpan dulu cerita ini. Jangan sampai Shara tahu"
"Well, apa rencanamu?"
-----
*Zayn.P.O.V.
Kami sedang berjalan-jalan mengelilingi kota PARIS, kami sibuk melayani permintaan fans kami dari mulai foto sampai tanda tangan
Katy disampingku. Ia menggamit lenganku
"Siapa dia Zayn?" Salah satu fans menanyakan Katy
Aku hanya tersenyum
"Kenapa kau tidak bilang kalau aku ini teman dekatmu?"
Aku tidak menjawab dan melayani fans lainnya
-----
Aku bangun dari tidur. Ho-Am. Jam berapa ini? Mana Dylan dan Tisa?
Aku pergi ke balkon hotel, ingin melihat pemandangan kota ini. Ternyata sudah hampir malam
Aku duduk di bangku balkon. Kalau sudah sendiri seperti ini aku tidak bisa menampik bahwa aku memikirkan Zayn. Ah Zayn, sedang apa kau? Apa kau juga sedang memikirkanku? Atau malah tidak peduli? Bahkan sudah lupa denganku?
Ah benar. Mungkin memang ceritaku berakhir seperti ini. Mengecewakan. Mungkin kalau aku menulis novel, novelku akan best seller
Pasti banyak yang mengalami kisah sepertiku. Bedanya nanti aku menulis bahwa aku patah hati karna seorang superstar. Seorang Zayn Malik.
-----
Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar