Kamis, 03 Januari 2013

THIS IS MY LOVE STORY (Zayn Malik Fan Fiction)•Chapter5•

Morning Singapore

Tanpa mandi aku berjalan keluar kamar hotelku, aku ingin menghirup udara segar disini.


Dipertengahan jalan aku seperti melihat seseorang yang ku kenal, Ah ya itu Liam. Ia terlihat sedang lari pagi. Apa aku harus menyapanya? Tapi bagaimana jika ia sudah lupa denganku? Nanti aku yang malu

"Shara?"

Suaranya membangunkan ku dari lamunanku. Liam.

"Yap, apa yang sedang kau lakukan?"

"Seperti yang kau lihat, kau sendiri?"

"Aku sedang jalan-jalan menghirup udara disini, eh iya bukannya nanti jam 9 kamu ada gathering?"

"Ya memang, tapi aku biasa setiap pagi lari dulu agar tubuh tetap berstamina"

"Haha kelihatan kok dari struktur tubuh mu yang atletis"

"Umm shara, aku harus kembali. Apa aku boleh meminta pin BB mu?"

Aku mengerutkan keningku

"Untuk?"

"Jika terjadi sesuatu pada zayn"

"Hahaha lol, mana sini handphonemu?" Lalu aku meng-invite pin BB ku

"See you shara"

"See you Liam Payne"


-----
 *Liam.P.O.V
Sebenarnya aku sengaja untuk menemuinya. Shara. Aku berpura-pura seolah aku sedang berlari pagi. Tapi jujur, aku ingin menemuinya. Dan akhirnya aku mempunyai alasan yang pas untuk menghubunginya


"Jika terjadi sesuatu pada zayn"

Ya memang benar, ada sesuatu dalam diri Zayn yang disembunyikannya


-----
 *Zayn.P.O.V
Pukul berapa ini? Sedang apa wanita itu? Aku ingin cepat-cepat pergi dari acara ini. Aku tidak sabar untuk bertemu dengannya. Harusnya semalam aku sudah melampiaskan rinduku, tapi malah sudah bertemu. Aku jadi semakin rindu.

Ku putuskan untuk keluar dari acara itu. Aku ingin menemuinya.

"Hey kau mau kemana?" Niall memanggilku

"Ke suatu tempat yang membuat ku bahagia"

Aku langsung pergi. Tanpa pamit pada yang lainnya.

-----

Wah berarti sekarang aku mempunyai pin 2 orang superstar, yaTuhan sebenarnya apa rencanamu selanjutnya? Bahagiakah? Atau malah kecewa?

Suara bel kamar hotel ku berbunyi, aku melihat di layar monitor sebelah pintu untuk melihat siapa yang datang. Zayn. Aku membuka pintu.

"May I come in?"

"Sure" dia lalu masuk

"Kamu mau minum apa zayn?"

"Apa saja"

Aku berjalan ke dapur dan mengambil jus kaleng rasa jeruk dan ku berikan pada Zayn.

"Bukannya acaramu sampai jam 11 zayn?"

"Mm-hm"

"Lalu kenapa kau kesini?"

"Bosan"

Lalu aku diam

"Terkadang menjadi superstar membuat ku lelah" dia memberi pernyataan dengan suara yang datar

"Nikmatilah, itu pilihanmu"

"Tidak bisa, aku sudah mencoba. Menjadi superstar itu selalu menjadi pandangan dan setiap gerak-gerik kita pasti akan di nilai. Aku tidak suka itu"

"Zayn, banyak penggemarmu diluar sana. Kenapa semua gerak-gerik mu dinilai dan di perhatikan? Karena semua orang ingin tahu, mereka semua ingin tahu idolanya sedang melakukan apa"

"Tapi bukan begitu caranya, aku juga ingin punya privasi. Semua yang ada diriku semua orang tahu"

"Tidak semua orang tahu tentangmu Zayn, kau masih bisa mempunya privasi"

"Contohnya?"

"Mereka semua tidak tahu bahwa kita saling mengenal"


-----
 *Zayn.P.O.V

Kata-kata itu bagai membuat bulu kudukku merinding. Ya, memang mereka semua tidak tahu bahwa aku dan gadis ini saling mengenal. Diam-diam aku tersenyum sinis. Aku merasa senang.

Sudah berjam-jam aku disini, tidak henti bertukar pandangan ku dengan gadis ini. Dia smart.

"Apa film favoritmu?" Gadis itu bertanya

"Power rangers"

"Wow, seorang superstar menyukai film anak-anak"

"Jangan salah, power rangers itu kan seorang pahlawan tanpa jasa. Aku ingin menjadi power rangers. Kalau kau?"

"Aku suka cerita dongeng. Dongeng berbeda sekali dengan realita, makanya aku suka berpikir kenapa aku tidak hidup di negri dongeng? Semua orang hidup bahagia disana"

"Realita memang pahit"


-----

Hari terakhir aku di Singapore. Zayn sedang sibuk dengan acara meet&greet;bersama dengan para penggemarnya. Kuputuskan untuk pergi ke mall centre. Aku belum membeli oleh-oleh untuk Dylan dan Tisa

Sampai di mall centre. Aku melihatnya lagi. Laki-laki berambut coklat. Liam.

"Hey" aku menyapanya

"Hey, sedang apa?" Dia tersenyum manis, tidak seperti Zayn yang biasa tersenyum cool

"Sedang membeli oleh-oleh, kau?"

"Ingin membeli gitar, mau menemani?"

Aku mengangguk

Sampai disebuah toko peralatan musik

"Menurut mu bagusan yang ini apa yang ini?" Dia menunjukkan 2 buah gitar elektrik

"Kurasa yang warna merah bagus"

"Oke" Liam pun membelinya


Jalan-jalan bersama seorang Liam Payne menjadikan aku sebuah ajang tontonan gratis. Semua mata tertuju padaku.

Aku sedang makan bersama Liam Payne

"Ada yang harus ku beri tahu, tapi tidak sekarang"

"Apa?"

Dia tersenyum "Kan aku bilang tidak sekarang"

"Well, aku take off jam 3 nanti"

"Ya kalau kita berjumpa lagi, makanya kau sering-seringlah menghubungiku"

"Yaaa okelah"

-----
 *Zayn.P.O.V
Liam entah dimana. Kemana ia? Menghilang begitu saja.Gadis itu nanti sore akan kembali. Aku harus cepat-cepat menemuinya.

Aku meluncur dengan audi yang di sediakan untuk kami, para the boys.

Sampai di hotel gadis itu, dan aku melihatnya saat ia ingin masuk ke hotel

"Hey" aku cepat memanggilnya, ia menoleh

"Helo zayn"

"Kau akan take off sekitar 2 jam lagi"

"Yes sure"

Kami bersama-sama menuju lift. Lantai 6.

"Jadi apa yang ingin kau lakukan?"

"Disini bersamamu, sebelum kau pergi lagi"

Deg. Aku yang sedang akan menaruh tas ku tiba-tiba terhenti. Aku tidak merespon.

"Please say something"

"...."

"Shara?"

"...."

"Hey"

"Kau tahu?"

"Apa?"

"Ini pertama kalinya kau menyebut namaku"


-----


Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar