Attention!
My First Fans Fiction. Demi Tuhan ini alay ancur bgt asdfghjkl.
Happy reading !:)
---
Mungkin ini memang aneh bagiku, berdiri bersama orang-orang yang tak ku kenal tapi aku merasa kita semua satu, yeah i don't know
"Shara, cepat! Pintu masuk utama akan segera dibuka" Dylan mengambil tanganku dan kami bergegas masuk ke dalam pintu masuk utama bersama
orang-orang.
Dan suara jeritan, teriakan bahkan tangisan semua menjadi satu di stadion ini, stadion inilah yang menjadi saksi atas konser paling megah yang menurutku memang begitu, ya karna memang baru kali ini aku untuk pertama kalinya menonton sebuah konser hehe=D aku menonton konser boyband asal united kingdom namanya one direction, di Indonesia boyband ini sangat famous dan di elu-elu kan, dulu aku biasa saja dengan boyband ini tapi lama kelamaan cukup menarik buatku
------
"Shara, kamu benar-benar jadi pergi bersama Dylan ke konser itu?" Tisa salah sahabatku masih saja menanyakan hal itu
"Iya jadi"
"Naik apa?"
"Umum"
"Aaah aku iri sekali padamu dan Dylan"
"Makanya ikut dong" Dylan yang sedang asyik membaca komik ikut menimpali
Tisa salah satu directioners tapi ia tidak bisa ikut karena orang tua nya sudah merencanakan untuk pergi ke germany, ada tante nya yang menikah disana.
------
Sungguh suasana disini sangat random, aku kagum dengan boyband ini, mereka tidak modal tampang doang tetapi mereka mempunyai suara yang bagus. Tapi kenapa aku hanya diam disini? Bukannya aku suka mereka? Entahlah. Bahkan Dylan sudah menangis disampingku sekarang saat the boys menyanyikan lagu moments
Berbulan-bulan aku mengumpulkan uang untuk bisa menonton mereka, dan sekarang aku disini duduk dibarisan VIP yang susah aku dapatkannya. Konser usai. Dylan masih menangis. Aku diam dalam fikiranku. Tapi tiba-tiba suara laki-laki dari panggung terdengar
"Apa kalian ingat saat tadi masuk stadion, kalian diminta menuliskan nomor handphone kalian?"
Serempak menjawab "yaa"
"Kami pihak dari promotor akan random memilih kertas dari kotak ini, bagi 10 nomor handphone akan beruntung kami pilih untuk acara meet&greet besok jam 10 pagi"
Semua menjerit.
Dan pada saat itulah...........
Aku seperti mimpi. Tapi ini bukan mimpi. Aku harus meyakinkan diriku kalau ini nyata. Ya, ini nyata. Aku terpilih. I'm the top ten who lucky in here. Dylan menyumpahiku dan menghujamku agar aku harus sebanyak mungkin mendapatkan foto mereka dan tanda tangan mereka. Ah sungguh ini memang nyata.
Aku sudah menyiapkan semuanya, Dylan yang paling repot untuk membawa semua poster, varsity, CD dll nya untuk aku bawa dan untuk ditanda tangani oleh para the boys
"Are you crazy Dy?" Aku berkacak pinggang setelah ia ingin memasukan sepatu lukis nya yang bertuliskan "one direction" akan ia titipkan padaku
"Ya i'm crazy, bahkan aku lebih sangat amat crazy dari kamu. Hey ingat! Kau akan bertemu langsung dengan mereka shara! Mungkin kalau aku jadi kamu sekarang aku sudah berada disurga"
"Whatever"
Aku memasukkan semua barang yang dititipkan oleh Dylan, aku hanya membawa CD ku untuk ditanda tangani oleh mereka. Aku tidak sefanatik Dylan dalam persoalan seperti ini.
-----
Aku datang tepat pukul 09.15 acara dimulai 45 menit lagi, aku yang terakhir datang dan what?! Aku yang membawa barang paling sedikit. Astaga. Menurutku barang Dylan yang ku bawa saja sudah membuatku ingin muntah, Ah sudahlah bukan urusanku.
Aku duduk dikursi yang disediakan promotor untuk 10 orang beruntung, wartawan banyak sekali yang datang aku jadi merasa grogi, i'm nervous really.
Pukul 10.00 tepat
Para the boys sudah memasuki ruangan, duduk dikursi yang menghadap ke depan, dan para wartawan pun memulai mengabadikan mereka melalui kameranya. Moderator sudah berbicara, aku diam tidak terlalu memperhatikan. Moderator mengajukan sesi tanya jawab. Aku juga tidak tertarik, entahlah apa yang dipikiranku.
-----
Aku sedang mengantri untuk meminta foto dan tanda tangan the boys, saat giliranku aku sangat grogi. Inilah pertama kalinya aku melihat super star dari dekat, ternyata asli mukanya jauh lebih tampan dari yang sering aku lihat
Liam: "Hey what's youre name?"
Me:"Shara"
Louis:"Kurasa kau terlihat murung, apa aku benar?"
Me:"Temanku Dylan sangat menyukai kalian semua, aku dititipkan barang-barangnya untuk minta tanda tangan kalian dan mungkin aku sudah hampir gila dengan semua barang-barang ini"
Harry:"Hey,kau jujur sekali, aku suka wanita jujur"
Niall:"wow, barang yang kau bawa cukup banyak ya tapi tidak sebanyak mereka-mereka yang tadi, tanganku sampai pegal dan sepertinya aku butuh nutrisi untuk mengisi perutku"
Louis:"hey apa hubungannya tangan dengan perutmu? Dasar tukang makan"
Niall hanya tertawa, tertawa yang khas dan membuat para wanita jatuh hati padanya
Liam:"jadi mana barang-barang temanmu?"
Aku mengeluarkan semua barang-barang dylan
-----
Aku keluar dari ruangan ini, selamat tinggal the boys mungkin aku tidak akan bertemu dengan kalian lagi. Tiba-tiba seseorang memanggilku saat aku hendak memencet tombol lift
"Wait"
Aku menoleh. Zayn. Mimpi apa aku semalam tuhan
"Mungkin kamu melupakan sesuatu"
Aku mencari-cari dikantong baju ku, celana dan tas ku
"My handphone"
"Milik mu, right?"
"Ya, oh thank you zayn. Mungkin tadi aku lupa saat mengambil foto bersama kalian"
Ya tadi foto bersama mereka, dan meminta orang memoto kami, dan aku asyik mengobrol bersama the boys jadi mungkin aku lupa dengan handphone ku yang di taruh di meja yang tidak jauh dariku. Tapi, kenapa yang mengembalikan harus seorang zayn malik? Oh my god. Mungkin kami jodoh. Haha. Forget it.
"Urwel" Zayn berbalik ingin pergi
"Umm zayn, wait"
"Ya?"
"Aku benar-benar suka dengan suaramu"
"Thanks" Lalu ia pergi
-----
Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar