Kamis, 03 Januari 2013

THIS IS MY LOVE STORY (Zayn Malik Fan Fiction)•Chapter2•

Aku tidur semu, kalau kalian tidak tahu apa itu tidur semu akan ku jelaskan. Jadi tidur semu adalah dimana sewaktu kita bangun kita tidak tahu tidur karna apa dan lupa sekarang jam berapa dan berapa lama kita tertidur. Ya semacam itulah, intinya aku mengalaminya.

Aku bangun dan mengulet sebentar, dan mengecek handphoneku yang dari tadi siang tidak pernah ku buka sampai sekarang, dan lebih wow nya lagi handphone ku sudah di pegang oleh seorang Zayn Malik, hahaha. Ada banyak message dari Dylan dan beberapa dari Tisa intinya hanya menanyakan aku bagaimana disana bla bla bla. Aku mengecek contact BBM ku dan OH MY GOD mungkin kalian tidak percaya apa yang baru saja lihat tapi aku berani bersumpah ini nyata dan tidak di ada-adakan, di kontak BBM ku ada kontaknya Zayn Malik. Apakah waktu itu ia menginvite aku? Entahlah. Yang jelas aku sekarang sedang menjadi wanita paling bahagia di seluruh dunia. Mungkin berlebihan, tapi ini yang aku rasakan


-----

Entah mengapa wanita di sebrang sana seolah tidak terlalu tertarik untuk mengikuti acara ini, dia hanya diam sambil menatap jendela. Aku penasaran apa yang ia pikirkan. Wanita itu tidak terlalu cantik tapi ia menarik, rambutnya sepundak lebih dikit dan agak ikal, bibirnya tipis tapi tajam

Liam:"Hey whats youre name?"

Girl:"Shara"

Oh nama yang bagus.

Acara selesai. Wanita itu 10 orang beruntung terakhir yang mengantri, dan yatuhan dia meninggalkan handphone nya begitu saja. Aku cepat mengambil handphone itu dan aku mulai melihat isi-isinya karna handphone nya tidak di password. Dan apa yang kulakukan? Entah ada angin apa aku melakukannya tapi tanganku tidak bisa diminta untuk berhenti dan aku terus melanjutkannya, aku menginvite pin BB ku sendiri di handphone wanita itu. Biarlah. Hanya sekali aku melakukan ini. Aku cukup tertarik dengannya. Kalau pun nanti dia mengganggu tinggal delete saja beres. Selesai. Aku mengejar wanita itu dan saat aku menemuinya dia sedang ingin memencet tombol lift


-----

Apa yang harus ku lakukan? Apa aku harus mengontak Zayn terlebih dahulu dan memastikan bahwa itu dia? Tapi kalau tidak di balas dan dia malah bilang aku pengganggu? Jangan-jangan nanti aku malah di delete dari kontaknya. Oke keep calm shara, pasti kamu bisa yeay!

Aku mulai mengetik..

Me: zayn malik?

Ah no no no, terlalu pede

Me: wow, zayn malik?

Ah terlalu semangat

Me: Is this Zayn Malik?

Yes. Sent.

-----

Welcome manila, Zayn Malik here. Akhirnya perjalanan yang cukup melelahkan berakhir sudah. Besok malam kami one direction akan konser disini. Aku mengecek handphone ku. Ada 1 yang membuat dahiku mengerut, ada bm dari wanita itu

Shara Valerina: Is this Zayn
Malik?

Entah kenapa aku tersenyum membacanya, aku mulai mengetik balasannya

Me: Menurutmu?

Tak berapa lama kemudian wanita itu membalas

Shara Valerina: Oh mungkin aku salah orang, maaf

Hahaha aku tidak bisa menahan tawaku, wanita ini mungkin di dunianya orang yang cukup humoris

Me: Ya, I'm zayn

Shara Valerina: Wow

Me: Why?

Shara Valerina: Nope

Aku tidak membalas, baru saja aku mau menaruh handphone ku tiba-tiba ada sebuah bm lagi

Shara Valerina: Aku benar-benar menyukai suaramu

Ah pujian itu lagi, jarang ada yang berbicara seperti itu kepadaku paling jika fans ku bertemu denganku mereka hanya menilai wajahku dan memuji bahwa aku cool. Wanita ini sungguh berbeda.

Me: Ya I know, kamu sudah mengatakannya kemarin


-----

YaTuhan kalau ini mimpi jangan bangunkan aku dari mimpi ini, aku sedang senang tolong jangan hentikan ini. Hey Shara kau tidak sedang bermimpi cepat kamu cubit tangan mu sekencang-kencang nya. Aww! Sakit. Ya memang sakit karena ini nyata. Ini fakta. Oh shut up!

Dari siang sampai malam aku tak henti tetap mengobrol dengan seorang Zayn Malik. Sampai pukul 7 malam aku menyuruhnya untuk beristirahat karna besok ia harus fit dan tidak sakit. Dan aku baru sadar kalau Zayn tidak pernah sekalipun menyebut namaku, apa dia tidak tau namaku? Tidak mungkin. Di kontak BBM sudah terpampang jelas namaku, pasti dia baca kalau dia tidak baca, aku berani bertaruh bahwa ia buta. Acara ngobrol sampai malam itu pun berakhi sudah. Apakah masih ada malam lain selanjutnya yang seperti ini? Entahlah. Hanya tuhan yang tau


-----

Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar