lanjut ya...
*Zayn.P.O.V*
Aku baru saja sampai di UK, ketika ponsel ku bergetar menandakan ada sebuah message masuk. Shara.
Aku membaca pesannya
Teman dari new york? Siapa? Dia tidak pernah cerita sebelumnya. Kemudian aku menekan tombol hijau di ponselku
Tut..
Tut..
"Hello Zayn" Suara nya yang riang membangkitkan semangatku
"Aku baru terima pesanmu, sekarang aku di UK. Kau sedang apa sekarang?"
"Aku baru saja mandi, ingin kuliah. Ah aku ingin cepat-cepat lepas dari kuliah. Aku ingin bekerjaa"
Gadis itu sungguh membuat ku bersemangat
"Aku malah rindu kuliah. Kau harus tahu kalau bekerja itu sangat melelahkan"
"Mm-hm"
"Sudah dulu yaa, jaga dirimu baik-baik"
"You too"
Aku menekan tombol merah
Shara Valerina..Kau membuat ku lupa dengan semua
-----
*Katy.P.O.V*
Duduk di bar dan memesan banyak alkohol memang sudah jadi kebiasaanku. Tapi tiba-tiba ada seseorang yang ingin menghentikanku dari semua ini. Sudah ku coba tapi tetap tidak bisa.
Tapi setelah 2 bulan ia menghilang dariku, aku baru sadar dia orang yang sangat berarti untukku.
Ya. Aku rela melepas semua ini, demi dirinya
"Katy, kau hanya duduk saja. Biasanya kau pesan banyak minuman"
"Tidak" Aku melengos tidak memedulikan Roy yang bertanya padaku
"Bagaimana pujaan hatimu? Dia semakin terkenal ya"
"Aku lost contact dengannya"
"Ha-ha kau rela berhenti minum untuknya? Mungkin kau di pelet"
Lalu aku cepat meninggalkan bar itu
2 bulan lalu.. dia meninggalkanku, aku tertuduh. Sebenarnya bukan aku. Ada yang secara tidak sengaja memotret ku saat aku bersama teman-temanku. Tapi sungguh aku tidak nge-drugs, aku hanya memegang tapi tidak memakai.
Tapi Zayn keburu melihat fotonya tanpa dengar penjelasan dariku
And he's gone.....
And I'm alone.....
Sekarang aku berhenti dari alkohol dan rokok total. Demi dirinya. Demi seorang Zayn Malik.
Aku mencintainya.....
*Zayn.P.O.V*
Pukul 22.00 wib waktu UK. Aku masih duduk di sebuah cafe. Ponsel ku bergetar.
-Niall Calling-
"Yes?"
"Where are you Zayn?"
"Cafe Wizard, apa apa?"
"Oh, hanya ingin bertanya"
"Oke, see ya"
"Bye"
Ada apa tiba-tiba Niall menelfon?
-----
*Niall.P.O.V*
"Apakah aku tidak salah dengar?" Aku bertanya pada Liam
"Tidak, aku sudah menceritakan semua"
"Bagaimana dengan Zayn?"
"Katy menunggunya"
"Apa zayn masih mencintai Katy?"
"Tidak bisa cepat berubah perasaan orang"
"Entah lah, aku ingin tidur" Aku mengakhiri pembicaraan dengan Liam
Jadi sebenarnya ini apa? Cinta segitiga kah? Atau segiempat? Shara-Katy-Zayn-LiamAh aku bingung
Aku mencari nama Zayn di contact ku dan memencet tombol hijau
-----
*Katy.P.O.V*
Aku tidak salah lihat? Pria itu, yang pernah mengisi hari-hariku yang telah membebaskan aku dari barang-barang yang kotor. Zayn Malik ada disana. Duduk sendirian. Haruskah aku menemuinya?
Kau harus menemuinya Katy, inilah yang kau tunggu. Saatnya kau berbicara dengannya
Aku masuk ke cafe itu dan mendekatinya
"Zayn?"
Ia menoleh. Terlihat kaget
-----
*Zayn.P.O.V*
Tidak di sangka. Aku bertemu dengannya lagi setelah sekian lama tidak bertemu
Wanita yang amat rapuh
"Zayn?"
"Yes" Aku memalingkan muka darinya
"Boleh aku duduk?"
"Tidak ada yang melarang"
Lalu ia duduk
1 menit..
5 menit..
10 menit..
Tidak ada yang berbicara
20 menit..
"Aku tidak memakainya Zayn" akhirnya ia berbicara
"Aku hanya memegangnya, memang aku disana. Itu punya temanku, tapi sungguh aku tidak memakainya. Aku berani bersumpah atas nama tuhan, maafkan aku"
"Aku sekarang sudah lepas total dari rokok dan alkohol"
"Zayn, maafkan aku..." Ia sudah menangis sekarang
Aku pun cepat memeluknya, menenangkannya, dan mengusap kepalanya lembut
"Tidak apa-apa"
Mereka tidak tahu. Ada yang melihat.....
-----
*Liam.P.O.V*
Aku datang ke UK kemarin sore, dan malam ini aku berniat untuk mencari makan malam sendirian
Ketika aku melihatnya
Aku marah
Ini tidak bisa di biarkan, Katy mungkin sudah kembali.Lalu bagaimana dengan Shara? Haruskah aku memberi tahunya?
Ah jangan-Shara tidak boleh tahu tentang ini
-----
Kau pernah mengalami sesuatu yang absurd? Kau tahu? Sekarang. Aku. Sedang. Mengalami-nya.
Apakah kalau kita tidak ada hubungan apa-apa dengan seseorang tapi kalau kita sehari saja tidak menjalin komunikasi dengannya, kita merasa ada yang kurang. Itu namanya apa?
Sekali lagi.
Itu. Namanya. Apa.
Zayn memang bukan siapa-siapaku, Umm ralat.Zayn siapa-siapa ku kok, kita saling mengenal dan of course kita berteman
Apakah berteman saja?
Berteman. Ha-ha. Lucu sekali.
Setelah ia mengajakku pergi ke Singapore kita hanya berteman?
It's disgusting. Aku tidak boleh terlalu seperti ini pada seorang pria. Tidak boleh.
Biar saja dia tidak menghubungiku. Biar saja. Bi-ar sa- Ah tidak bisaaa
Oke calm. Aku mulai mengetik sebuah pesan untuknya
"Kau sedang sibuk? Dari 2 hari yang lalu kenapa kau tidak menghubungiku?"
Sent.
-----
*Katy.P.O.V*
Terakhir kali aku bertemu dengannya sejak 4 bulan yang lalu, selebihnya aku lost contact
"Foto box yuk Zayn"
"Aku tidak suka foto"
"Ayolaaah"
"Tidak Katy"
"Hh baiklah"
*Zayn.P.O.V*
Ponsel ku bergetar. Aku mengambilnya dari saku celanaku. Sebuah message. Dari Shara.
Shara: "Kau sedang sibuk? Dari 2 hari yang lalu kenapa kau tidak menghubungiku?"
Ya tuhan aku sampai lupa dengan gadis ini
Apakah aku harus membalas? Sepertinya tidak sekarang
Lalu aku menghampiri Katy yang sedang memilih-milih baju
"Dari siapa?"
"Niall"
-----
5 jam aku menunggu-
Tidak di balas juga, sedang apa dia?
Aku rindu padamu Zayn...
Yap. Genap seminggu Zayn tidak menghubungiku. Ketika ada sebuah message datang di ponsel ku. Aku cepat menyambarnya dan berharap Zayn yang menghubungiku. Ternyata salah. Dari Liam.
"Hey Shara, wht r u doing?"
"Just reading a book, hbu?"
"Aku baru selesai konser di wellington"
Berarti Zayn sekarang juga di sana. Tuhan.. beritahu aku ada apa dengan Zayn? Kenapa dia terlihat seperti ingin menjauhiku?
"Ada zayn disana?"
"Ya, ada"
"Apa dia baik-baik saja?"
"Yes he's fine"
-----
*Liam.P.O.V*
Damn it! Dia masih saja peduli pada Zayn, setelah Zayn tiba-tiba menghilang begitu saja
Aku tahu ceritanya. Shara menceritakan semuanya padaku. Aku ingin bilang padanya. Katy telah kembali. Tapi aku tidak tega menyakiti hatinya
Because I love her..
Aku jatuh pada pandangan pertama saat konser pertamaku di Indonesia
Aku tidak bisa memungkirinya, tadinya aku berfikir mungkin hanya perasaan kagum belaka. Tetapi aku salah.
Setiap aku berhubungan dengannya, aku merasakan sesuatu yang berbeda. Aku kelewat senang.
Ya. Thats true. I'm fallin' in love with her and I don't know why
-----
"Liam:("
Ku putuskan ingin menceritakan lagi semuanya pada liam. Bahwa 3 minggu terakhir aku tidak berhubungan dengan Zayn. Bahwa aku sudah berkali-kali mengirimi pesan dan menelponnya tapi tidak dibalas. Bahwa aku rindu padanya.
"Berhenti berbicara tentang Zayn. Aku muak"
Tiba-tiba Liam berkata seperti itu saat aku sedang telfonan dengannya lewat ym
"Ke-napa? Maaf-" Aku jadi gugup
"Maaf Shara, bukannya aku bermaksud untuk membentakmu. Tapi-" Liam memotong kalimatnya
"Tapi apa?"
"Lupakan Zayn"
"Apa maksudmu?" Aku mengernyitkan dahiku
"Lupakan Zayn, Lupakan semua tentang Zayn"
"Tidak bisa secepat itu"
"Aku tahu, dan aku akan membuatmu melupakannya"
"Maksudmu?" Aku semakin tidak mengerti
"Because I love you"
---
Bersambung
*Zayn.P.O.V*
Aku baru saja sampai di UK, ketika ponsel ku bergetar menandakan ada sebuah message masuk. Shara.
Aku membaca pesannya
Teman dari new york? Siapa? Dia tidak pernah cerita sebelumnya. Kemudian aku menekan tombol hijau di ponselku
Tut..
Tut..
"Hello Zayn" Suara nya yang riang membangkitkan semangatku
"Aku baru terima pesanmu, sekarang aku di UK. Kau sedang apa sekarang?"
"Aku baru saja mandi, ingin kuliah. Ah aku ingin cepat-cepat lepas dari kuliah. Aku ingin bekerjaa"
Gadis itu sungguh membuat ku bersemangat
"Aku malah rindu kuliah. Kau harus tahu kalau bekerja itu sangat melelahkan"
"Mm-hm"
"Sudah dulu yaa, jaga dirimu baik-baik"
"You too"
Aku menekan tombol merah
Shara Valerina..Kau membuat ku lupa dengan semua
-----
*Katy.P.O.V*
Duduk di bar dan memesan banyak alkohol memang sudah jadi kebiasaanku. Tapi tiba-tiba ada seseorang yang ingin menghentikanku dari semua ini. Sudah ku coba tapi tetap tidak bisa.
Tapi setelah 2 bulan ia menghilang dariku, aku baru sadar dia orang yang sangat berarti untukku.
Ya. Aku rela melepas semua ini, demi dirinya
"Katy, kau hanya duduk saja. Biasanya kau pesan banyak minuman"
"Tidak" Aku melengos tidak memedulikan Roy yang bertanya padaku
"Bagaimana pujaan hatimu? Dia semakin terkenal ya"
"Aku lost contact dengannya"
"Ha-ha kau rela berhenti minum untuknya? Mungkin kau di pelet"
Lalu aku cepat meninggalkan bar itu
2 bulan lalu.. dia meninggalkanku, aku tertuduh. Sebenarnya bukan aku. Ada yang secara tidak sengaja memotret ku saat aku bersama teman-temanku. Tapi sungguh aku tidak nge-drugs, aku hanya memegang tapi tidak memakai.
Tapi Zayn keburu melihat fotonya tanpa dengar penjelasan dariku
And he's gone.....
And I'm alone.....
Sekarang aku berhenti dari alkohol dan rokok total. Demi dirinya. Demi seorang Zayn Malik.
Aku mencintainya.....
*Zayn.P.O.V*
Pukul 22.00 wib waktu UK. Aku masih duduk di sebuah cafe. Ponsel ku bergetar.
-Niall Calling-
"Yes?"
"Where are you Zayn?"
"Cafe Wizard, apa apa?"
"Oh, hanya ingin bertanya"
"Oke, see ya"
"Bye"
Ada apa tiba-tiba Niall menelfon?
-----
*Niall.P.O.V*
"Apakah aku tidak salah dengar?" Aku bertanya pada Liam
"Tidak, aku sudah menceritakan semua"
"Bagaimana dengan Zayn?"
"Katy menunggunya"
"Apa zayn masih mencintai Katy?"
"Tidak bisa cepat berubah perasaan orang"
"Entah lah, aku ingin tidur" Aku mengakhiri pembicaraan dengan Liam
Jadi sebenarnya ini apa? Cinta segitiga kah? Atau segiempat? Shara-Katy-Zayn-LiamAh aku bingung
Aku mencari nama Zayn di contact ku dan memencet tombol hijau
-----
*Katy.P.O.V*
Aku tidak salah lihat? Pria itu, yang pernah mengisi hari-hariku yang telah membebaskan aku dari barang-barang yang kotor. Zayn Malik ada disana. Duduk sendirian. Haruskah aku menemuinya?
Kau harus menemuinya Katy, inilah yang kau tunggu. Saatnya kau berbicara dengannya
Aku masuk ke cafe itu dan mendekatinya
"Zayn?"
Ia menoleh. Terlihat kaget
-----
*Zayn.P.O.V*
Tidak di sangka. Aku bertemu dengannya lagi setelah sekian lama tidak bertemu
Wanita yang amat rapuh
"Zayn?"
"Yes" Aku memalingkan muka darinya
"Boleh aku duduk?"
"Tidak ada yang melarang"
Lalu ia duduk
1 menit..
5 menit..
10 menit..
Tidak ada yang berbicara
20 menit..
"Aku tidak memakainya Zayn" akhirnya ia berbicara
"Aku hanya memegangnya, memang aku disana. Itu punya temanku, tapi sungguh aku tidak memakainya. Aku berani bersumpah atas nama tuhan, maafkan aku"
"Aku sekarang sudah lepas total dari rokok dan alkohol"
"Zayn, maafkan aku..." Ia sudah menangis sekarang
Aku pun cepat memeluknya, menenangkannya, dan mengusap kepalanya lembut
"Tidak apa-apa"
Mereka tidak tahu. Ada yang melihat.....
-----
*Liam.P.O.V*
Aku datang ke UK kemarin sore, dan malam ini aku berniat untuk mencari makan malam sendirian
Ketika aku melihatnya
Aku marah
Ini tidak bisa di biarkan, Katy mungkin sudah kembali.Lalu bagaimana dengan Shara? Haruskah aku memberi tahunya?
Ah jangan-Shara tidak boleh tahu tentang ini
-----
Kau pernah mengalami sesuatu yang absurd? Kau tahu? Sekarang. Aku. Sedang. Mengalami-nya.
Apakah kalau kita tidak ada hubungan apa-apa dengan seseorang tapi kalau kita sehari saja tidak menjalin komunikasi dengannya, kita merasa ada yang kurang. Itu namanya apa?
Sekali lagi.
Itu. Namanya. Apa.
Zayn memang bukan siapa-siapaku, Umm ralat.Zayn siapa-siapa ku kok, kita saling mengenal dan of course kita berteman
Apakah berteman saja?
Berteman. Ha-ha. Lucu sekali.
Setelah ia mengajakku pergi ke Singapore kita hanya berteman?
It's disgusting. Aku tidak boleh terlalu seperti ini pada seorang pria. Tidak boleh.
Biar saja dia tidak menghubungiku. Biar saja. Bi-ar sa- Ah tidak bisaaa
Oke calm. Aku mulai mengetik sebuah pesan untuknya
"Kau sedang sibuk? Dari 2 hari yang lalu kenapa kau tidak menghubungiku?"
Sent.
-----
*Katy.P.O.V*
Terakhir kali aku bertemu dengannya sejak 4 bulan yang lalu, selebihnya aku lost contact
"Foto box yuk Zayn"
"Aku tidak suka foto"
"Ayolaaah"
"Tidak Katy"
"Hh baiklah"
*Zayn.P.O.V*
Ponsel ku bergetar. Aku mengambilnya dari saku celanaku. Sebuah message. Dari Shara.
Shara: "Kau sedang sibuk? Dari 2 hari yang lalu kenapa kau tidak menghubungiku?"
Ya tuhan aku sampai lupa dengan gadis ini
Apakah aku harus membalas? Sepertinya tidak sekarang
Lalu aku menghampiri Katy yang sedang memilih-milih baju
"Dari siapa?"
"Niall"
-----
5 jam aku menunggu-
Tidak di balas juga, sedang apa dia?
Aku rindu padamu Zayn...
Yap. Genap seminggu Zayn tidak menghubungiku. Ketika ada sebuah message datang di ponsel ku. Aku cepat menyambarnya dan berharap Zayn yang menghubungiku. Ternyata salah. Dari Liam.
"Hey Shara, wht r u doing?"
"Just reading a book, hbu?"
"Aku baru selesai konser di wellington"
Berarti Zayn sekarang juga di sana. Tuhan.. beritahu aku ada apa dengan Zayn? Kenapa dia terlihat seperti ingin menjauhiku?
"Ada zayn disana?"
"Ya, ada"
"Apa dia baik-baik saja?"
"Yes he's fine"
-----
*Liam.P.O.V*
Damn it! Dia masih saja peduli pada Zayn, setelah Zayn tiba-tiba menghilang begitu saja
Aku tahu ceritanya. Shara menceritakan semuanya padaku. Aku ingin bilang padanya. Katy telah kembali. Tapi aku tidak tega menyakiti hatinya
Because I love her..
Aku jatuh pada pandangan pertama saat konser pertamaku di Indonesia
Aku tidak bisa memungkirinya, tadinya aku berfikir mungkin hanya perasaan kagum belaka. Tetapi aku salah.
Setiap aku berhubungan dengannya, aku merasakan sesuatu yang berbeda. Aku kelewat senang.
Ya. Thats true. I'm fallin' in love with her and I don't know why
-----
"Liam:("
Ku putuskan ingin menceritakan lagi semuanya pada liam. Bahwa 3 minggu terakhir aku tidak berhubungan dengan Zayn. Bahwa aku sudah berkali-kali mengirimi pesan dan menelponnya tapi tidak dibalas. Bahwa aku rindu padanya.
"Berhenti berbicara tentang Zayn. Aku muak"
Tiba-tiba Liam berkata seperti itu saat aku sedang telfonan dengannya lewat ym
"Ke-napa? Maaf-" Aku jadi gugup
"Maaf Shara, bukannya aku bermaksud untuk membentakmu. Tapi-" Liam memotong kalimatnya
"Tapi apa?"
"Lupakan Zayn"
"Apa maksudmu?" Aku mengernyitkan dahiku
"Lupakan Zayn, Lupakan semua tentang Zayn"
"Tidak bisa secepat itu"
"Aku tahu, dan aku akan membuatmu melupakannya"
"Maksudmu?" Aku semakin tidak mengerti
"Because I love you"
---
Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar