Kamis, 03 Januari 2013

THIS IS MY LOVE STORY (Zayn Malik Fan Fiction)•Chapter6•

"Memang"

"Kenapa kamu sebelumnya tidak pernah memanggil namaku?"

"Kau mau tau?"

"Ya"

"Rahasia"

"Zayn!"

"Hahahaha kapan-kapan ku beri tahu"

"Dan aku sangat suka caramu menanggil namaku, so sexy"


"I'm sexy and I know it"

"Ya ya ya.. whatever. Well, sudah hampir 2 jam. Jadi siapa yang akan mengantarku ke airport?"

"Mr. Malik of course"

"You're dad?"

"Like that lah, cepat bereskan semua barang-barangmu"


-----


Tiba di airport. Aku melihat pria berambut coklat itu lagi dan para the boys lainnya

"Mereka juga ingin mengantarmu" Zayn berbisik di telingaku

Aku tersenyum

"Hey All, nice to meet you"

"Me tooo"

"Sepertinya aku sudah harus take off, see ya"

Aku menghampiri Zayn. Dia hanya diam

"Suatu saat kita akan bertemu lagi"

"Aku akan merindukanmu" Lalu ia mengecup keningku

"Bye Shara"

"Ke dua kalinya.." aku menggumam

Liam tiba-tiba menghampiriku

"Terimakasih Shara, kau sudah menemaniku membeli gitar tadi siang"

"No prob, Liam"

Zayn mengerutkan keningnya. Menemani membeli gitar?

"Bye all, already miss you guys"


-----
 *Zayn.P.O.V

Menemani membeli gitar tadi siang? Jadi? Mereka jalan berdua?

"Kau jalan berdua bersamanya?"

Setiba di hotel aku menanyakannya pada liam

"Tidak, hanya tidak sengaja bertemu"

"Oh"

Aku pun pergi mandi

"Zayn" Liam memanggilku setelah aku mandi

"Apa?"

"Shara sudah tau?"

"Tau apa?"

"Hey kau jangan pura-pura tidak tahu"

"Yeah"

"Seharusnya aku mengatakannya saat aku makan siang dengannya"

"Apa urusanmu?"

"Yeaa aku tau aku bukan siapa-siapa, but I care with her, jadi siapa yang pecundang disini?"

"Just shut up you're fu*king mouth" Aku meninggalkannya.

Ya. Aku punya sebuah rahasia. Hanya Liam yang tahu semuanya. Yang lain hanya tau kalau kita berteman.


-------
 *Zayn.P.O.V

Gadis itu bernama Katy, ia cantik dan nyaris sempurna dan aku tidak bisa memungkirinya, Aku menyukainya. Aku dan Katy sudah berhubungan 6 bulan lamanya. Dan hanya Liam yang tahu.

Tapi pada saat aku datang ke Indonesia, hubungan ku dengan Katy sedang memburuk, Katy pecandu rokok dan alkohol berat, dulu aku dekat dengannya karna hanya ingin menghentikan ia dengan kebiasaannya, setidaknya diminimalisir olehnya. Tapi kemudian aku malah menjalin hubungan yang spesial. Belakangan aku dapat kabar Katy sudah nge-drugs, sebelumnya aku tidak percaya tetapi setelah mendapatkan bukti, aku percaya. Dan sekarang aku dengannya sedang merenggang.


-----


Tidak kerasa 6 bulan aku mengenal seorang Zayn Malik, aku semakin dekat dengannya. Tapi sesekali bahkan aku lebih sering bercerita dengan Liam, mungkin karna ia punya pikiran yang dewasa. Jadi aku merasa nyaman cerita dengannya.

Aku sedang berada dalam perpustakaan. Ketika ada sebuah message dari Liam datang.

"Bisakah kau menjemput ku di airport?"

Aku langsung membalasnya dengan cepat

"Hah? Kau sedang dimana?"

"Soekarno Hatta beauty"

"Oh my God apa yang kamu lakukan?"

"Sebaiknya kau menjemputku dulu Shara, baru kau boleh melontarkan pertanyaan yang ada didalam pikiranmu"

"Oke oke, wait ya!"

Aku segera membereskan buku yang sedang ku baca, dan memasukkannya ke tas secepat mungkin. Aku harus bergerak cepat.
Mencari orang yang berambut coklat di antara orang berambut hitam memang sangat mudah, aku menemukannya. Liam. Tetapi ia memakai kacamata hitam dan jaket yang besar. Mungkin agar orang-orang tidak mengenalinya

"Liam!" Aku memanggilnya sambil berlari-lari kecil

"Hi Shara" Liam memelukku

"Jadi, sedang apa kau disini? Seorang diri"

"Temani aku dulu mencari hotel, ayo"

"Hm"

Aku masuk ke sebuah taksi dan menuju ke salah satu hotel yang ada di Jakarta.

Berjalan menuju lift. Menuju lantai 8.

"Udara di sini sangat panas, cocok untuk para wanita berjemur"

"You wrong, udara disini hanya bagus sampai jam 9 pagi saja. Selebihnya? Aku jamin setiap hari kau berjemur disini dalam jangka waktu yang lama. Kau kena kanker" aku menakut-nakutinya

"Astaga" Liam memasang muka ketakutan

Sampai di kamar hotel

"So? Tell me, why you in here?"

"Holiday. Refreshing"

"Apa kau muak dengan pekerjaanmu?"

"Tidak sama sekali"

"Oh ya? Ku pikir kau juga muak, sama seperti Zayn"

"Hh zayn"

"Why?"

"Nope"


-----
*Liam.P.O.V

I'm in Indonesia now. Aku izin dari pihak management untuk berlibur. Tapi jelas aku tidak memberi tahu aku libur kemana. Apalagi kalau Zayn sampai tahu, ia sekarang kembali ke UK bersama keluarganya.

Apa tujuanku ke sini? Sebenarnya juga tidak jelas apa tujuan ke sini

"Shara please, jangan beri tahu siapa-siapa kalau aku di sini"

"Kau berani membayarku berapa?"

"Dengan seluruh hatiku boleh?"

"Hahaha you're so funny"

Tidak. Aku tidak bercanda.

"Hahaha" Tapi aku hanya ikut tertawa


-----
*Zayn.P.O.V
"Kau akan kembali ke UK zayn?" Harry datang membawa kripik kentang, yang langsung diambil oleh Niall

"Perhaps"

"Apa kau tidak mau ke Indonesia?" Louis menimpali

Aku hanya mengangkat bahu

"Kembalikan kripikku Niall!" Harry berteriak

"This is mine" Niall menjauh dan masih makan

Bla bla bla

Aku tidak terlalu mendengarkan. Aku berjalan menuju balkon. Mengeluarkan handphone dan memencet nama "Shara" dan aku menekan tombol hijau. Aku menelponnya.

Tut..

Tut..

Tut..

Tidak ada jawaban, kemana dia?


-----

"Aku tidak suka film horor liam"

"Tidak apa-apa nanti aku akan memelukmu jika kau takut haha"

"Enak saja, tidak mau! Kita nonton yang lain saja"


Selesai menonton aku menemani Liam berbelanja untuk oleh-oleh

"Dulu waktu aku disini dan pertama kali bertemu denganmu aku tidak sempat belanja"

Aku menemaninya sampai pukul 9 malam.

"Terimakasih sudah menemaniku" Liam tersenyum seperti biasa, manis.

"Urwel"

"Nite Shara"

"Nite Liam" Lalu ia pergi bersama taksinya

Aku masuk ke dalam kost anku, dan menguncinya. Lalu aku mencari ponselku ditas, sedari tadi siang aku belum membukanya

36 Missed Call dan 15 message. Semua dari Zayn.

Ah maafkan aku Zayn..

Aku mengetik sebuah message ke dia

"I'm sorry Zayn, aku baru saja menemani Li-" oh ya,Liam berkata jangan beri tahu siapa-siapa

"Aku baru saja menemani teman SMA ku yang datang dari New York. Ponsel ku di silent. Jadi tidak tahu kalau kau menelpon atau sms. Maaf"

Pertama kalinya aku berbohong padanya

-----


Bersambung


Sorry,kalo sambungannya ga asyiik :)

THIS IS MY LOVE STORY (Zayn Malik Fan Fiction)•Chapter5•

Morning Singapore

Tanpa mandi aku berjalan keluar kamar hotelku, aku ingin menghirup udara segar disini.


Dipertengahan jalan aku seperti melihat seseorang yang ku kenal, Ah ya itu Liam. Ia terlihat sedang lari pagi. Apa aku harus menyapanya? Tapi bagaimana jika ia sudah lupa denganku? Nanti aku yang malu

"Shara?"

Suaranya membangunkan ku dari lamunanku. Liam.

"Yap, apa yang sedang kau lakukan?"

"Seperti yang kau lihat, kau sendiri?"

"Aku sedang jalan-jalan menghirup udara disini, eh iya bukannya nanti jam 9 kamu ada gathering?"

"Ya memang, tapi aku biasa setiap pagi lari dulu agar tubuh tetap berstamina"

"Haha kelihatan kok dari struktur tubuh mu yang atletis"

"Umm shara, aku harus kembali. Apa aku boleh meminta pin BB mu?"

Aku mengerutkan keningku

"Untuk?"

"Jika terjadi sesuatu pada zayn"

"Hahaha lol, mana sini handphonemu?" Lalu aku meng-invite pin BB ku

"See you shara"

"See you Liam Payne"


-----
 *Liam.P.O.V
Sebenarnya aku sengaja untuk menemuinya. Shara. Aku berpura-pura seolah aku sedang berlari pagi. Tapi jujur, aku ingin menemuinya. Dan akhirnya aku mempunyai alasan yang pas untuk menghubunginya


"Jika terjadi sesuatu pada zayn"

Ya memang benar, ada sesuatu dalam diri Zayn yang disembunyikannya


-----
 *Zayn.P.O.V
Pukul berapa ini? Sedang apa wanita itu? Aku ingin cepat-cepat pergi dari acara ini. Aku tidak sabar untuk bertemu dengannya. Harusnya semalam aku sudah melampiaskan rinduku, tapi malah sudah bertemu. Aku jadi semakin rindu.

Ku putuskan untuk keluar dari acara itu. Aku ingin menemuinya.

"Hey kau mau kemana?" Niall memanggilku

"Ke suatu tempat yang membuat ku bahagia"

Aku langsung pergi. Tanpa pamit pada yang lainnya.

-----

Wah berarti sekarang aku mempunyai pin 2 orang superstar, yaTuhan sebenarnya apa rencanamu selanjutnya? Bahagiakah? Atau malah kecewa?

Suara bel kamar hotel ku berbunyi, aku melihat di layar monitor sebelah pintu untuk melihat siapa yang datang. Zayn. Aku membuka pintu.

"May I come in?"

"Sure" dia lalu masuk

"Kamu mau minum apa zayn?"

"Apa saja"

Aku berjalan ke dapur dan mengambil jus kaleng rasa jeruk dan ku berikan pada Zayn.

"Bukannya acaramu sampai jam 11 zayn?"

"Mm-hm"

"Lalu kenapa kau kesini?"

"Bosan"

Lalu aku diam

"Terkadang menjadi superstar membuat ku lelah" dia memberi pernyataan dengan suara yang datar

"Nikmatilah, itu pilihanmu"

"Tidak bisa, aku sudah mencoba. Menjadi superstar itu selalu menjadi pandangan dan setiap gerak-gerik kita pasti akan di nilai. Aku tidak suka itu"

"Zayn, banyak penggemarmu diluar sana. Kenapa semua gerak-gerik mu dinilai dan di perhatikan? Karena semua orang ingin tahu, mereka semua ingin tahu idolanya sedang melakukan apa"

"Tapi bukan begitu caranya, aku juga ingin punya privasi. Semua yang ada diriku semua orang tahu"

"Tidak semua orang tahu tentangmu Zayn, kau masih bisa mempunya privasi"

"Contohnya?"

"Mereka semua tidak tahu bahwa kita saling mengenal"


-----
 *Zayn.P.O.V

Kata-kata itu bagai membuat bulu kudukku merinding. Ya, memang mereka semua tidak tahu bahwa aku dan gadis ini saling mengenal. Diam-diam aku tersenyum sinis. Aku merasa senang.

Sudah berjam-jam aku disini, tidak henti bertukar pandangan ku dengan gadis ini. Dia smart.

"Apa film favoritmu?" Gadis itu bertanya

"Power rangers"

"Wow, seorang superstar menyukai film anak-anak"

"Jangan salah, power rangers itu kan seorang pahlawan tanpa jasa. Aku ingin menjadi power rangers. Kalau kau?"

"Aku suka cerita dongeng. Dongeng berbeda sekali dengan realita, makanya aku suka berpikir kenapa aku tidak hidup di negri dongeng? Semua orang hidup bahagia disana"

"Realita memang pahit"


-----

Hari terakhir aku di Singapore. Zayn sedang sibuk dengan acara meet&greet;bersama dengan para penggemarnya. Kuputuskan untuk pergi ke mall centre. Aku belum membeli oleh-oleh untuk Dylan dan Tisa

Sampai di mall centre. Aku melihatnya lagi. Laki-laki berambut coklat. Liam.

"Hey" aku menyapanya

"Hey, sedang apa?" Dia tersenyum manis, tidak seperti Zayn yang biasa tersenyum cool

"Sedang membeli oleh-oleh, kau?"

"Ingin membeli gitar, mau menemani?"

Aku mengangguk

Sampai disebuah toko peralatan musik

"Menurut mu bagusan yang ini apa yang ini?" Dia menunjukkan 2 buah gitar elektrik

"Kurasa yang warna merah bagus"

"Oke" Liam pun membelinya


Jalan-jalan bersama seorang Liam Payne menjadikan aku sebuah ajang tontonan gratis. Semua mata tertuju padaku.

Aku sedang makan bersama Liam Payne

"Ada yang harus ku beri tahu, tapi tidak sekarang"

"Apa?"

Dia tersenyum "Kan aku bilang tidak sekarang"

"Well, aku take off jam 3 nanti"

"Ya kalau kita berjumpa lagi, makanya kau sering-seringlah menghubungiku"

"Yaaa okelah"

-----
 *Zayn.P.O.V
Liam entah dimana. Kemana ia? Menghilang begitu saja.Gadis itu nanti sore akan kembali. Aku harus cepat-cepat menemuinya.

Aku meluncur dengan audi yang di sediakan untuk kami, para the boys.

Sampai di hotel gadis itu, dan aku melihatnya saat ia ingin masuk ke hotel

"Hey" aku cepat memanggilnya, ia menoleh

"Helo zayn"

"Kau akan take off sekitar 2 jam lagi"

"Yes sure"

Kami bersama-sama menuju lift. Lantai 6.

"Jadi apa yang ingin kau lakukan?"

"Disini bersamamu, sebelum kau pergi lagi"

Deg. Aku yang sedang akan menaruh tas ku tiba-tiba terhenti. Aku tidak merespon.

"Please say something"

"...."

"Shara?"

"...."

"Hey"

"Kau tahu?"

"Apa?"

"Ini pertama kalinya kau menyebut namaku"


-----


Bersambung

THIS IS MY LOVE STORY (Zayn Malik Fan Fiction)•Chapter4•

Morning world

Aku bangun dengan perasaan yang riang, Days-2 sebelum aku berangkat ke singapore. Semua udah ditangani Zayn, aku hanya membawa diriku dan peralatan seperlunya

Aku berangkat hari Jum'at setelah kuliah sampai pukul 1 siang, dan pulang hari minggu pukul 3 sore. Semuanya Zayn yang mengatur sekali lagi.

Tidak tahu maksud Zayn mengajakku ke sana dengan alasan apa, mungkin dia udah menganggap kalau kita "Best Friend"


-----
*Zayn.P.O.V
Bisa gila kalau seperti ini terus, ArghAku tidak sabar bertemu dengan wanita itu, wanita yang tidak terlalu cantik tapi membuat semua orang pasti akan tertarik padanya.Aku rindu rambut pendeknya yang ikal. Aku rindu bibirnya yang tipis tapi tajam. Aku rindu wanita itu.

Niall tiba-tiba datang sambil berlari-lari kepadaku

"Zayn, aku lihat dari kemarin-kemarin kamu melamun terus, ayo kita bermain bola"

"Oke ayo"

Lalu aku bermain bola dengan yang lainnya, dan sedikit lupa bahwa aku rindu padanya

Hanya Liam yang tahu. Semua cerita ini hanya Liam yang tahu.


-----

Tiba di Bandara internasional Soekarno Hatta


Yeay! I'm coming Singapore, ini ke-dua kalinya aku pergi ke sana. Sebelumnya aku pernah kesana bersama dengan keluargaku

Pesawat ku landing pukul 14.00 dan take off pukul 14.30, aku berada di dalam pesawat dan sedang berpikir "Nanti gimana aku disana?"


-----
*Zayn.P.O.V.
Sejak tadi aku melihat jam tanganku, apakah ia sudah take off? Paul sudah memanggil kami untuk acara amal. Dan kami akan tampil disana sebagai bintang tamu.


Selesai acaranya, masih ada acara untuk besok pagi. Ah pukul berapa sekarang? Aku melihat jam tanganku, pukul 17.00 seharusnya ia sudah sampai di airport. Aku tak bisa menjemputnya langsung jadi aku meminta orang untuk menjemputnya disana.


Jalanan di Singapore sangat tertata dan sama sekali tidak macet. Aku menyetir mobil ke tempat yang aku bilang pada orang yang menjemput gadis itu. Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.

Sampai di Cafe Balerina, 3 kali aku ke Singapore dan aku selalu ke tempat ini, tempat ini sangat nyaman jika hari sudah malam.

Dan ia disana. Wanita itu sedang duduk disana. Dan tanpa sengaja ia menoleh kepadaku. Tidak ada yang berubah.


-----

Sudah setengah jam aku menunggu disini. Robert, nama orang yang diamanahkan untuk menjemputku mengantarku ke tempat ini. Tempat yang asyik untuk mengobrol sampai pagi

Dan tanpa sengaja aku menoleh, aku bertemu dengan matanya. Sungguh mata coklat yang indah dan lentik. Aku suka matanya. Aku grogi.

"Hi" aku menyapanya sambil tersenyum

"How r u?" Dia duduk

"Fine, u?"

"Me too"

"Umm bagaimana acara amal mu?"

"Semua lancar, besok jam 9 sampai jam 11 tapi masih ada acara gathering lagi"

Aku hanya membentuk mulutku dengan huruf 'O'

"Kau sama sekali tidak berubah"

"Maksudmu?"

"Kenapa kau selalu diam seperti melamun? Aku penasaran apa yang sedang kau pikirkan?"

Aku tersenyum "Banyak Zayn, aku memikirkan banyak sekali"

"Salah satunya?"

"Cinta"

-----


Bersambung

THIS IS MY LOVE STORY (Zayn Malik Fan Fiction)•Chapter3•

Ah kuliah lagi. Ah Pre-test lagi. Ah tugas lagi. Ah ketemu dosen lagi. Semua serba harus pake Ah. Setelah seminggu kampus ku di liburkan karna akan di adakan acara.

Aku malas-malas an untuk bangun dan sepertinya kasurku merengek masih ingin ku tiduri, Ah sabar ya kasur malam ini pasti aku akan tidur lagi. Aku harus semangat kuliah yeeah!

Aku pun mandi

Setelah mandi dan menggosok gigi aku mengecek handphone ku ada sebuah BBM dari Zayn. WOW. Sangat amat menjadi penyemangat pagiku.

Zayn Malik: Good Morning

Me: Morning Zayn:)

Zayn Malik: What r u doing?

Me: After take a bath, you?

Zayn Malik: Disini sudah siang, aku baru saja makan

-----

Apa? Kalian terkejut? Kenapa aku begitu akrab dengan Zayn Malik? Sampai-sampai ia mengucapkan Good Morning padaku. Ah ceritanya panjang. Aku sudah 2 bulan mengenalnya dan aku cukup tau apa keseharian nya, sewaktu pertama kali aku dan zayn bm-an keesokan harinya saat tengah malam aku menanyakan bagaimana konsernya dan ia bilang menyenangkan. Dan setelah itu berlanjut sampai sekarang. Dan........tetap ia tidak pernah memanggil namaku

-----
 *Zayn.P.O.V
Liam: Apa kau mulai suka padanya?

Zayn: Tidak tahu

Liam: Ingat, jangan pernah sekalipun memainkan perasaan wanita

Zayn tidak menjawab

Louis dan Harry tiba-tiba datang sambil cekikan

Louis: Aku rasa superman memang sudah gila

Niall: Hah? Maksudmu?

Harry: Ya dia memang gila, dia tidak tahu seharusnya celana dalam dipakai dimana

Sontak yang lain tertawa. Zayn hanya tersenyum menanggapinya. Zayn hanya memikirkan perkataan Liam "Jangan pernah memainkan perasaan wanita" kata-kata itu terus ada dalam pikiran Zayn.

-----

"SHARAAA"

Suara cempreng itu siapa lagi kalau bukan Tisa, dia selalu saja begitu

"Ada apa?"

"Aku bingung harus memulai dari mana, yang jelas aku senang sekali hari ini"

"Wah kenapa tuh?"

"Nicole baru saja menyatakan cinta padaku"

"Terus apa responmu?"

"Aku belum menjawabnya, nanti malam ia mengajakku makan malam dan aku akan memberi tahu jawabannya"

"Wow congrats dear, i'm happy for you"


Sampai di tempat kost-an ku, aku memikirkan Tisa. Aku turut senang atas kebahagiaanya, Tisa memang sejak lama menyukai Nicole. Aku? Aku kapan bisa seperti itu? Makan malam di tempat yang romantis yang di penuhi lilin dan bunga mawar. Apa mungkin Zayn kah? Oh tidak, aku tidak menyukainya, aku hanya sekedar orang yang kagum padanya. Lagipula Zayn pasti tidak mau denganku. Huft.

-----
 *Zayn.P.O.V
Baru saja selesai manggung di salah satu acara TV, jam menunjukkan pukul 9 malam. Jam berapakah di Indonesia sekarang? Ah masa bodo lah aku hanya ingin mengiriminya pesan

Zayn: Hi, aku baru saja selesai manggung, apa kamu sudah tidur? Disana jam berapa? Ohya minggu depan aku akan ke japan ada acara amal disana dan akan aku sempatkan mampir ke Singapore

Selesai mengetik.

Menit demi menit berlalu

Berarti disana mungkin jam 3 pagi, berarti ia sedang tidur sekarang


-----

Aku bangun dari hibernasiku, ya sekarang hari minggu dan itu artinya aku free! Bebas! Aku mengecek handphone ku, ada sebuah message dari Zayn.

......Akan aku sempatkan mampir ke singapore? Maksudnya apa ya?

Aku membalas message nya

Me: Wht do u mean? Singapore? Hey I'm in Indonesia not Singapore

Lalu aku tinggal mandi


Sampai di kampus aku masuk dulu ke perpustakaan, aku ingin mencari buku untuk bahan praktikum ku, oya aku kuliah di jurusan design, karna aku suka menggambar. Handphone ku bergetar, tanda ada sebuah pesan masuk. Zayn.

Zayn Malik: Ya aku ke Singapore, aku ingin bertemu dengan mu, kau tak perlu memikirkannya. Aku yang mengatur


------


Bersambung

THIS IS MY LOVE STORY (Zayn Malik Fan Fiction)•Chapter2•

Aku tidur semu, kalau kalian tidak tahu apa itu tidur semu akan ku jelaskan. Jadi tidur semu adalah dimana sewaktu kita bangun kita tidak tahu tidur karna apa dan lupa sekarang jam berapa dan berapa lama kita tertidur. Ya semacam itulah, intinya aku mengalaminya.

Aku bangun dan mengulet sebentar, dan mengecek handphoneku yang dari tadi siang tidak pernah ku buka sampai sekarang, dan lebih wow nya lagi handphone ku sudah di pegang oleh seorang Zayn Malik, hahaha. Ada banyak message dari Dylan dan beberapa dari Tisa intinya hanya menanyakan aku bagaimana disana bla bla bla. Aku mengecek contact BBM ku dan OH MY GOD mungkin kalian tidak percaya apa yang baru saja lihat tapi aku berani bersumpah ini nyata dan tidak di ada-adakan, di kontak BBM ku ada kontaknya Zayn Malik. Apakah waktu itu ia menginvite aku? Entahlah. Yang jelas aku sekarang sedang menjadi wanita paling bahagia di seluruh dunia. Mungkin berlebihan, tapi ini yang aku rasakan


-----

Entah mengapa wanita di sebrang sana seolah tidak terlalu tertarik untuk mengikuti acara ini, dia hanya diam sambil menatap jendela. Aku penasaran apa yang ia pikirkan. Wanita itu tidak terlalu cantik tapi ia menarik, rambutnya sepundak lebih dikit dan agak ikal, bibirnya tipis tapi tajam

Liam:"Hey whats youre name?"

Girl:"Shara"

Oh nama yang bagus.

Acara selesai. Wanita itu 10 orang beruntung terakhir yang mengantri, dan yatuhan dia meninggalkan handphone nya begitu saja. Aku cepat mengambil handphone itu dan aku mulai melihat isi-isinya karna handphone nya tidak di password. Dan apa yang kulakukan? Entah ada angin apa aku melakukannya tapi tanganku tidak bisa diminta untuk berhenti dan aku terus melanjutkannya, aku menginvite pin BB ku sendiri di handphone wanita itu. Biarlah. Hanya sekali aku melakukan ini. Aku cukup tertarik dengannya. Kalau pun nanti dia mengganggu tinggal delete saja beres. Selesai. Aku mengejar wanita itu dan saat aku menemuinya dia sedang ingin memencet tombol lift


-----

Apa yang harus ku lakukan? Apa aku harus mengontak Zayn terlebih dahulu dan memastikan bahwa itu dia? Tapi kalau tidak di balas dan dia malah bilang aku pengganggu? Jangan-jangan nanti aku malah di delete dari kontaknya. Oke keep calm shara, pasti kamu bisa yeay!

Aku mulai mengetik..

Me: zayn malik?

Ah no no no, terlalu pede

Me: wow, zayn malik?

Ah terlalu semangat

Me: Is this Zayn Malik?

Yes. Sent.

-----

Welcome manila, Zayn Malik here. Akhirnya perjalanan yang cukup melelahkan berakhir sudah. Besok malam kami one direction akan konser disini. Aku mengecek handphone ku. Ada 1 yang membuat dahiku mengerut, ada bm dari wanita itu

Shara Valerina: Is this Zayn
Malik?

Entah kenapa aku tersenyum membacanya, aku mulai mengetik balasannya

Me: Menurutmu?

Tak berapa lama kemudian wanita itu membalas

Shara Valerina: Oh mungkin aku salah orang, maaf

Hahaha aku tidak bisa menahan tawaku, wanita ini mungkin di dunianya orang yang cukup humoris

Me: Ya, I'm zayn

Shara Valerina: Wow

Me: Why?

Shara Valerina: Nope

Aku tidak membalas, baru saja aku mau menaruh handphone ku tiba-tiba ada sebuah bm lagi

Shara Valerina: Aku benar-benar menyukai suaramu

Ah pujian itu lagi, jarang ada yang berbicara seperti itu kepadaku paling jika fans ku bertemu denganku mereka hanya menilai wajahku dan memuji bahwa aku cool. Wanita ini sungguh berbeda.

Me: Ya I know, kamu sudah mengatakannya kemarin


-----

YaTuhan kalau ini mimpi jangan bangunkan aku dari mimpi ini, aku sedang senang tolong jangan hentikan ini. Hey Shara kau tidak sedang bermimpi cepat kamu cubit tangan mu sekencang-kencang nya. Aww! Sakit. Ya memang sakit karena ini nyata. Ini fakta. Oh shut up!

Dari siang sampai malam aku tak henti tetap mengobrol dengan seorang Zayn Malik. Sampai pukul 7 malam aku menyuruhnya untuk beristirahat karna besok ia harus fit dan tidak sakit. Dan aku baru sadar kalau Zayn tidak pernah sekalipun menyebut namaku, apa dia tidak tau namaku? Tidak mungkin. Di kontak BBM sudah terpampang jelas namaku, pasti dia baca kalau dia tidak baca, aku berani bertaruh bahwa ia buta. Acara ngobrol sampai malam itu pun berakhi sudah. Apakah masih ada malam lain selanjutnya yang seperti ini? Entahlah. Hanya tuhan yang tau


-----

Bersambung

THIS IS MY LOVE STORY(Zayn Malik Fan Fiction)•Chapter1•


Attention!
My First Fans Fiction. Demi Tuhan ini alay ancur bgt asdfghjkl.
Happy reading !:)

---
Mungkin ini memang aneh bagiku, berdiri bersama orang-orang yang tak ku kenal tapi aku merasa kita semua satu, yeah i don't know
"Shara, cepat! Pintu masuk utama akan segera dibuka" Dylan mengambil tanganku dan kami bergegas masuk ke dalam pintu masuk utama bersama
orang-orang.

Dan suara jeritan, teriakan bahkan tangisan semua menjadi satu di stadion ini, stadion inilah yang menjadi saksi atas konser paling megah yang menurutku memang begitu, ya karna memang baru kali ini aku untuk pertama kalinya menonton sebuah konser hehe=D aku menonton konser boyband asal united kingdom namanya one direction, di Indonesia boyband ini sangat famous dan di elu-elu kan, dulu aku biasa saja dengan boyband ini tapi lama kelamaan cukup menarik buatku

------

"Shara, kamu benar-benar jadi pergi bersama Dylan ke konser itu?" Tisa salah sahabatku masih saja menanyakan hal itu

"Iya jadi"

"Naik apa?"

"Umum"

"Aaah aku iri sekali padamu dan Dylan"

"Makanya ikut dong" Dylan yang sedang asyik membaca komik ikut menimpali

Tisa salah satu directioners tapi ia tidak bisa ikut karena orang tua nya sudah merencanakan untuk pergi ke germany, ada tante nya yang menikah disana.

------

Sungguh suasana disini sangat random, aku kagum dengan boyband ini, mereka tidak modal tampang doang tetapi mereka mempunyai suara yang bagus. Tapi kenapa aku hanya diam disini? Bukannya aku suka mereka? Entahlah. Bahkan Dylan sudah menangis disampingku sekarang saat the boys menyanyikan lagu moments

Berbulan-bulan aku mengumpulkan uang untuk bisa menonton mereka, dan sekarang aku disini duduk dibarisan VIP yang susah aku dapatkannya. Konser usai. Dylan masih menangis. Aku diam dalam fikiranku. Tapi tiba-tiba suara laki-laki dari panggung terdengar

"Apa kalian ingat saat tadi masuk stadion, kalian diminta menuliskan nomor handphone kalian?"

Serempak menjawab "yaa"

"Kami pihak dari promotor akan random memilih kertas dari kotak ini, bagi 10 nomor handphone akan beruntung kami pilih untuk acara meet&greet besok jam 10 pagi"

Semua menjerit.

Dan pada saat itulah...........

Aku seperti mimpi. Tapi ini bukan mimpi. Aku harus meyakinkan diriku kalau ini nyata. Ya, ini nyata. Aku terpilih. I'm the top ten who lucky in here. Dylan menyumpahiku dan menghujamku agar aku harus sebanyak mungkin mendapatkan foto mereka dan tanda tangan mereka. Ah sungguh ini memang nyata.


Aku sudah menyiapkan semuanya, Dylan yang paling repot untuk membawa semua poster, varsity, CD dll nya untuk aku bawa dan untuk ditanda tangani oleh para the boys

"Are you crazy Dy?" Aku berkacak pinggang setelah ia ingin memasukan sepatu lukis nya yang bertuliskan "one direction" akan ia titipkan padaku

"Ya i'm crazy, bahkan aku lebih sangat amat crazy dari kamu. Hey ingat! Kau akan bertemu langsung dengan mereka shara! Mungkin kalau aku jadi kamu sekarang aku sudah berada disurga"

"Whatever"

Aku memasukkan semua barang yang dititipkan oleh Dylan, aku hanya membawa CD ku untuk ditanda tangani oleh mereka. Aku tidak sefanatik Dylan dalam persoalan seperti ini.


-----

Aku datang tepat pukul 09.15 acara dimulai 45 menit lagi, aku yang terakhir datang dan what?! Aku yang membawa barang paling sedikit. Astaga. Menurutku barang Dylan yang ku bawa saja sudah membuatku ingin muntah, Ah sudahlah bukan urusanku.

Aku duduk dikursi yang disediakan promotor untuk 10 orang beruntung, wartawan banyak sekali yang datang aku jadi merasa grogi, i'm nervous really.

Pukul 10.00 tepat
Para the boys sudah memasuki ruangan, duduk dikursi yang menghadap ke depan, dan para wartawan pun memulai mengabadikan mereka melalui kameranya. Moderator sudah berbicara, aku diam tidak terlalu memperhatikan. Moderator mengajukan sesi tanya jawab. Aku juga tidak tertarik, entahlah apa yang dipikiranku.


-----

Aku sedang mengantri untuk meminta foto dan tanda tangan the boys, saat giliranku aku sangat grogi. Inilah pertama kalinya aku melihat super star dari dekat, ternyata asli mukanya jauh lebih tampan dari yang sering aku lihat

Liam: "Hey what's youre name?"

Me:"Shara"

Louis:"Kurasa kau terlihat murung, apa aku benar?"

Me:"Temanku Dylan sangat menyukai kalian semua, aku dititipkan barang-barangnya untuk minta tanda tangan kalian dan mungkin aku sudah hampir gila dengan semua barang-barang ini"

Harry:"Hey,kau jujur sekali, aku suka wanita jujur"

Niall:"wow, barang yang kau bawa cukup banyak ya tapi tidak sebanyak mereka-mereka yang tadi, tanganku sampai pegal dan sepertinya aku butuh nutrisi untuk mengisi perutku"

Louis:"hey apa hubungannya tangan dengan perutmu? Dasar tukang makan"

Niall hanya tertawa, tertawa yang khas dan membuat para wanita jatuh hati padanya

Liam:"jadi mana barang-barang temanmu?"

Aku mengeluarkan semua barang-barang dylan


-----

Aku keluar dari ruangan ini, selamat tinggal the boys mungkin aku tidak akan bertemu dengan kalian lagi. Tiba-tiba seseorang memanggilku saat aku hendak memencet tombol lift

"Wait"

Aku menoleh. Zayn. Mimpi apa aku semalam tuhan

"Mungkin kamu melupakan sesuatu"

Aku mencari-cari dikantong baju ku, celana dan tas ku

"My handphone"

"Milik mu, right?"

"Ya, oh thank you zayn. Mungkin tadi aku lupa saat mengambil foto bersama kalian"

Ya tadi foto bersama mereka, dan meminta orang memoto kami, dan aku asyik mengobrol bersama the boys jadi mungkin aku lupa dengan handphone ku yang di taruh di meja yang tidak jauh dariku. Tapi, kenapa yang mengembalikan harus seorang zayn malik? Oh my god. Mungkin kami jodoh. Haha. Forget it.

"Urwel" Zayn berbalik ingin pergi

"Umm zayn, wait"

"Ya?"

"Aku benar-benar suka dengan suaramu"

"Thanks" Lalu ia pergi
-----

Bersambung